WanHart Blog

February 19, 2008

Jangan Termakan Email Berantai

Filed under: Logika, Social Science, chain email, email berantai, intimidasi — Admin @ 14:36

Jika saya menerima email berantai yang membuat anda merasa bersalah (guilty) untuk men-forward-kan email tersebut, saya ada beberapa check point sebelum saya melakukannya.

Check-point saya tersebut adalah:

  1. Apakah email tersebut menggunakan alasan ke-agama-an untuk membuat saya merasa berhutang atau bersalah dengan ancaman ancaman bahwa anda akan sial jika anda tidak melakukan penerusan email (email forward)?
    Jika ya, saya tidak akan melakukannya. Mengapa saya tidak akan melakukannya? Saya berpendapat email semacam ini menggunakan intimidasi psikologis ke-agama-an yang sangat merugikan dan bersifat jahat. Jika anda adalah pemeluk agama yang taat anda akan langsung merasa bersalah jika tidak meneruskannya (email forward) kepada teman teman anda. Apakah yang maha kuasa akan melakukan hal demikian (membuat anda terpaksa dengan tindakan mengancam) terhadap anda jika anda tidak meneruskannya kepada teman teman anda?
  2. Jika email berantai ini adalah untuk menolong seorang bayi yang sedang sekarat ataupun orang orang yang memerlukan uluran tangan, asal tidak ada unsur ancaman bahwa saya akan sial jika tidak melakukannya, maka saya akan melakukannya.
    Saya tidak akan tahu apakah email berantai ini benar benar terjadi dan valid? Saya tidak tahu secara pasti. Benar atau tidak benar saya tidak ada ruginya untuk meneruskan (email forward) kepada teman teman saya untuk alasan kemanusiaan. Dengan meneruskan email ini, saya juga menyebarkan awareness kemanusiaan kepada teman teman, bahwa masih banyak manusia yang menderita di dunia ini.

Konklusi (Conclusion).
Yang maha kuasa tidak akan mengancam umatnya untuk melakukan email berantai yang berisi blessing (berkat) dan curse (kutukan dan ancaman). Ini adalah tindakan oknum manusia yang ‘kurang kerjaan’. Jangan anda teruskan (email forward) kepada teman teman anda, kasihan mereka yang tidak mempunyai prinsip atau pengetahuan mengenai tekanan psikologis.

Selamat berselancar di Internet ria. Salam damai sejahtera.

Pentingnya bahasa Inggris dalam era globalisasi ini. Masa sih?

Pada suatu acara international yang diadakan di salah satu hotel bintang lima di Jakarta, saya membawa 7 orang marketing senior saya untuk memprospek pengusaha lokal maupun expatriat untuk mengisi office tower dan service apartment yang kami kelola di salah satu kota besar Indonesia.

Terkejut saya setelah 15 menit berada ditempat itu, ke 7 marketing senior saya lumpuh. Tidak ada satu orang pun bergerak untuk mendekati (approach) mereka. Saya panggil mereka keluar dan ingin menanyakan apa yang terjadi? Mengapa mereka tidak dapat bergaul dengan para expatriat itu?

Semua tertunduk dan akhirnya mereka berkata, “Maaf pak, saya sudah mengusahaakannya, tetapi penguasaan bahasa Inggris saya terbatas sehingga saya bukanlah lawan bicara yang nyaman untuk diajak bicara dalam bahasa Inggris”.

Saya terhenyak sebentar, dan saya berkata, “Tunjuk salah satu orang expatriat yang kamu anggap paling “sombong” dan mari saya perlihatkan bagaimana cara mendekati mereka untuk berbicara”.

Ditunjuklah seorang yang sedang menghisap cerutu, ia dikelilingi oleh 5 orang temannya dan sedang tertawa-tawa menikmati suasana pertemuan kasual ini. Badannya tinggi besar dan bahasa tubuhnya menunjukan percaya diri yang sangat tinggi. Saya berkata, “Mari ikut saya dan saya akan perlihatkan cara mendekati orang yang kamu tunjuk tersebut”.

“Hallo, apa kabar?”
“Nama saya Irwan dari…..” dan saya terus berbicara dalam bahasa Indonesia.

“I am sorry, I do not speak Indonesian” dia tersenyum.
Dengan tersenyum juga saya berkata, “Makanya belajar bahasa Indonesia di negara Indonesia, seperti saya tinggal di Amerika selama 9 tahun dan saya bisa berbicara Inggris dengan fasih”.

Sang expatriat pun tidak dapat berkata-kata apa apa lagi selain memberi hormat kepada saya. Dan dalam setiap pas-pas an di dalam pertemuan itu, dia mengangguk memberi hormat kepada saya. Dalam pertemuan itu, semua 7 senior marketing saya mendekati (approach) expatriat yang hadir sebagai seorang Indonesia, bukan seorang setengah bule.

Dalam era globalisasi ini penting untuk belajar atau dapat berbicara bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya. Tetapi jika kita lupa akan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia, maka kepercayaan diri akan hilang dan bangsa tidak akan maju.

Pentingnya bahasa Inggris dalam era globalisasi ini. Masa sih?

Banyak orang berkata dalam era globalisasi ini sangat penting untuk menguasai paling tidak bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya. Mereka berkata bahwa tanpa penguasaan bahasa Inggris (English Command) yang baik, suatu negara tidak akan maju. Banyak yang mengambil contoh dari penguasaan bahasa Inggris di Malaysia dan India.

Tetapi mereka tidak melihat bahwa negara negara yang benar benar maju bukanlah Malaysia dan India, tetapi negara-negara seperti Jerman, Perancis, Jepang, Korea, China yang sebagian besar masyarakatnya tidak memiliki penguasaan bahasa Inggris yang baik, melainkan menguasai dan bangga sebagai bangsa yang memiliki identitas dengan menggunakan bahasa mereka sendiri sendiri.

Bangga dengan identitas kita dan menjadi diri sendiri

Didalam satu kelas bisnis penerbangan saya ke kota Los Angeles, saya bertemu dengan wanita cantik Indonesia yang fasih berbahasa Inggris. Bahasa Inggris wanita ini sangat baik sekali (excellent English pronunciation). Jika dia berbicara cukup keras, seolah olah ingin memberitahukan kepada seisi pesawat bahwa dia memiliki pelafalan (pronunciation) bahasa Inggris yang sangat baik.

Tetapi jika saya dengarkan baik baik, apa yang dia katakan dalam setiap pembicaraan hanyalah basa basi dan tidak ada isinya (tidak berbobot, pep-talk). Gatal telinga saya jadinya. Saya lebih terbiasa dan lebih menghargai orang yang berbahasa Inggris pas pas-an tetapi ada isi dan bobot pembicaraannya.

Jangan berbicara bahasa setengah setengah dan campur campur. Jika anda ingin berhasa Inggris, bicaralah dengan lengkap dan sepenuhnya, juga sebaliknya. Banggalah berbahasa Indonesia dan berbanggalah menjadi orang Indonesia.

Tambahan:

Berbicara dengan bahasa gado-gado (berbicara bolak balik dan campur aduk antara Inggris dan Indonesia) tidaklah membanggakan untuk saya. Saya sangat fasih berbahasa Inggris, anda tidak akan bisa bedakan jika mendengar suara saya dengan orang yang sejak lahir berbicara bahasa Inggris, tetapi saya sangat bangga untuk berbahasa Indonesia.

Bahasa Inggris di dunia usaha memang digunakan untuk bisnis, surat menyurat dan meeting dengan bule bule yang tidak mau belajar dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Tetapi maksud terpenting dari tulisan saya ialah, cukup untuk berbicara kepada bule yang tidak bisa dan tidak mau belajar bahasa Indonesia. Tidak usah dilanjutkan dalam percakapan sehari-hari, tidak usah over reacting dan berpikir bahwa dengan bisa berbicara bahasa Inggris ditempat umum anda merasa derajat anda lebih tinggi dari orang lain.

Jika anda memang lebih nyaman dengan berbahasa Inggris, silahkan berbicara Inggris sepenuhnya (full and complete conversation in English), jangan berbicara gado-gado. Itu sangat memalukan dan merendahkan derajat anda sendiri.

_40923281_indonesia_malacca_map203.gif 120px-indonesia_flag_large72.png

rev_indo_cover.jpg

Dual Platforms is here to stay.

http://Consulting.WanHart.com

Just like nature, day and night, and so is the business will have it’s dual platform to compare and to contrast which one is better. Without the competition, progress will be halted.

Dual Platforms dilemma, disadvantages and advantages. On cunsumer electronics we have BetaMax vs. VHS, Blue Ray DVD vs. HD DVD, Microsoft Windows vs. Apple Mac OS , GSM vs. CDMA, McDonalds vs. Burger King, WiMax vs. LTE and so forth. Which one to choose? Which one is better?

dvd_blu-ray_logo.gif

vhs_betamax_logo.gif

post-7-1132270778.jpg

It does not matter which one is better, to sum it up, Al Ries in his book wrote: in the long run, every market becomes a two-horse race.

The Future of Media: Media Convergence

Masa depan Media: Konvergensi Media

Masa depan Media harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Portable.
    Perangkat keras (hardware) yang mudah dibawa-bawa kemana-mana. Kecil, ringan dan mudah digunakan. Konvergensi (gabungan) antara Computer, Telepon Genggam, Pemutar Musik, Radio dan Televisi. Waktu tulisan ini di posting, sudah ada beberapa telepon genggam yang menyediakan fitur televisi. Klik disini untuk search google untuk telepon genggam dengan fitur-fitur TV.Perangkat keras (hardware) yang akan dan harus menjadi front runner dalam konvergensi media ini. Dengan awal keseragaman dan konvergensi (gabungan) antara Computer, Telepon Genggam, Pemutar Musik, Radio dan Televisi, maka akan semakin banyak pengguna yang akan terbiasa, senang dan tergantung olehnya.

  2. Compatible.
    Type perangkat lunak (software) yang universal dan dapat dimainkan atau ditampilkan operating system dimana saja. Software sudah harus bisa digunakan dibeberapa platfroms, sebagai contoh: Mac OS dan Windows sekarang sudah dapat di pasang dan di operasikan di Intel Chipset.

  3. Accessible.
    Saluran distribusi media harus dapat di akses dimana saja dan kapan saja (wide area network) dan selalu tersambung (always-on). Accessibility ini akan mengarah kepada konvergensi bandwidth (pita-lebar) yang sebentar lagi akan terjadi dengan teknologi 4G, baik WiMax maupun dengan menggunakan teknologi LTE.Dengan adanya akses bandwidth (pita-lebar) yang besar, antara 10Mbps-100Mbps, kita bisa menonton acaraTV tanpa terputus-putus bahkan dengan kualitas DVD sekalipun.

  4. Interactivity.
    Di beberapa negara sudah beberapa tahun lalu memiliki televisi semi-interaktif, yang berarti kita bisa merekam siaran TV dengan menggunakan satu alat dan kemudahan rekaman siaran tersebut juga telah dipermudah oleh marka-marka siaran yang dipancarkan oleh stasiun TV.Dimasa depan (kira-kira tahun 2012) sebagian siaran TV dapat di putar kembali seperti memilih menu di situs untuk memilih program apa yang akan kita tonton atau rekam.

  5. Transactional Enabled.
    Dengan adanya interactivity, maka iklan yang ditampilkan juga dapat langsung dipesan/dibeli melalui secured credit card transactions.

    • Bayangkan jika minuman softdrinks, pizza dapat dipesan dan dibeli melalui menu yang ada di televisi pada saat pertandingan football ditayangkan.
    • Bantal bercorak Barbie atau Disney dapat dipesan dan dibeli dengan instan oleh anda dengan tombol yang disediakan pada remote control anda.
    • Video clip dan musik yang anda lihat di TV dan dengan di Radio dapat anda beli dan langsung dikirimkan kepada alat pemutar musik atau telepon genggam anda.
    • Dan masih banyak lagi…

Blog at WordPress.com.