Mandala Air. Menjadi maskapai terbang terbaik Indonesia?
Dalam setiap perjalanan udara nasional saya selalu memilih Garuda Indonesia. Saya ingin keselamatan penerbangan saya terjamin. Setidak tidaknya Garuda Indonesia adalah penerbangan nasional yang terbaikdari yang terburuk.
Minggu lalu, tidak tahu ada angin apa, saya memilih terbang dengan Mandala Air. Terakhir saya terbang dengan Mandala Air pada tahun 2002 dengan Boeing 737-200 dari Jakarta ke Pekanbaru dengan pengalaman kurang menyenangkan. Butuh waktu enam (6) tahun untuk saya kembali mencoba Mandala Air dan tidak tahu mengapa saya memilih Mandala Air pada penerbangan dari Jakarta ke Semarang kali ini.
Penerbangan saya di jadwalkan terbang pada pukul 06:15 dari Jakarta ke Semarang. Saya cukup senang pada waktu saya melihat jam tangan saya menunjukan pukul 06:15 pada waktu take off, bukan pada waktu boarding seperti pada maskapai penerbangan Indonesia yang lainnya. Ini luar biasa!
Sebelum saya kembali ke Jakarta dari Semarang dengan penerbangan terakhir yaitu pukul 18:30, saya bertanya melalui telepon kepada istri saya mengenai keadaan cuaca di Jakarta. Hujan deras katanya. Saya agak kuatir dengan keadaan seperti itu, saya agak menyesal dalam hati telah memilih Mandala Air dalam penerbangan ini.
Saya terkejut senang pada waktu saya mengetahui pesawat yang akan saya tunpangi dalam perjalanan pulang ke Jakarta ini bukan jenis Boeing 737-400 seperti yang maskapai lainnya, melainkan jenis pesawat baru AirBus 319 yang baru. Perasaan kuatir akan keadaan cuaca yang buruk agak terobati dengan pesawat baru yang canggih ini.

Belum percaya apakah Mandala Air hanya “lucky” saja dalam ketepatan waktu. Pada hari yang sama saya dijadwalkan untuk mendarat di Jakarta dari Semarang pada pukul 19:30, dan pada waktu pesawat mendarat saya melihat jam tangan saya menunjukan pukul 19:29! Bukan hanya tepat waktu saja, tetapi pendaratan juga dilakukan secara mulus.
Saya baru tersadar, apakah mungkin Mandala Air tidak banyak berpromosi di media cetak maupun media lainnya karena mereka lebih terfokus memikirkan dan mengutamakan pelayanan dan keselamatan terbang? Memang buat apa buang biaya untuk promosi jika biaya itu dapat dipergunakan untuk meingkatkan pelayanan dan keselamatan penerbangan.
Penumpang yang sangat puas seperti saya dapat dengan cepat dan yakin menyarankan (words of mouth) teman dan sanak saudara untuk menggunakan maskapai penerbangan Mandala untuk perjalanan udara mereka. Saya ingin terbang dengan Mandala Air lagi. Saya yakin jika prestasi pelayanan, ketepatan waktu dan keselamatan penerbangan di jaga selalu sebentar lagi Mandala Air akan menjadi penerbangan nomor 1!
Itu menurut saya dengan pengalaman terbang lagi dengan Mandala setelah 6 tahun. Bagaimana pendapat anda? Ada hal yang saya terlewati? Silahkan isi komentar anda.



Terima kasih Saudara Irwan di atas komentar anda yg begitu baik dan meyakinkan. Saya dari Malaysia dan akan melakukan penerbangan Jakarta-Bandung dengan Mandala Air 2 hari sebelum lebaran nanti. Pada mulanya agak takut utk membuat tempahan airline domestik Indonesia kerana banyak komen negatif, manakala Garuda agak mahal (kerana saya satu famili 7 orang). Semoga saja penerbangan kami nanti akan lancar, begitu juga dengan penerbangan dari Kuala Lumpur yang dijadualkan tiba di Jakarta 3 jam sebelum waktu berlepas ke Semarang. Saya akan komen kembali sebaik kembali ke Malaysia.
Comment by Sue — August 10, 2008 @ 10:33 |
Tulisan saya adalah HANYA pengalaman saya pribadi. Sampai sekarang saya juga telah mendengar positif dan negatif pengalaman terbang dengan Mandala Airlines, hanya saja kok belum ada yang mau sharing mengenai ini di blog saya.
Tulisan pengalaman saya mohon jangan diambil sebagai tolak ukur keamanan Mandala Airlines.
Comment by wanhart — August 10, 2008 @ 13:15 |
ah…mandala cerita bohong nih…
kerja di mandala yach?? apa di bayar oleh mandala….
cuma beruntung aja kali lo naik mandala…gw sih sial melulu…
Comment by irianti eningpraja — August 19, 2008 @ 13:14 |
saya frequent flyer.. semua maskapai sudah pernah saya coba.. GARUDA pilihan utama tetapi kemudian dengan berita perubahan management MANDALA saya coba untuk naik MANDALA lagi setelah beberapa tahun… itu pada akhir tahun 2007..
saya cukup surprise karena 737-400 mereka bersih dan bukan 737-200.. setelah itu utk jadwal selanjutnya malah dapat A320 yang gress masih bau pabrik.. sejak saat itu saya beralih dari GARUDA ke MANDALA (selama route masih ada)..
dan sampai hari ini pelayanannya cukup OK, kecuali pada Janury 08 lalu JKT – SBY A320 mereka ada sedikit gangguan teknis dan tampaknya bakalan lama.. saya putuskan turun dan ganti AIRASIA, uang di re’fund tanpa bertele2..
kesimpulannya, MANDALA dan GARUDA terbaik diikuti AIRASIA.., tapi denger2 AIRASIA akan pake A320 gress untuk rute domestik Indonesia..
mudah2an dunia penerbangan NASIONAL menjadi lebih baik lagi.. dengan kehadiran pesawat2 gress..
Comment by adhie — September 7, 2008 @ 08:04 |
setuju, mandala sudah jauuuuh sekali berubah. Bagus, dan bersih. saya rasa, A320 lebih nyaman dibanding 737-900 nya LIon. what do you think ?
Comment by akhyari — September 10, 2008 @ 06:15 |
Benar sekali saya suka terbang dgn mandala, mereka sudah meregenerasi pesawat merekan dgn airbus A30 flyby wire semua perlatan dikontrol dgn otomatis dimana kalo terjadi overload atau masalah pada pesawat maka pesawat tidak adakan dapat diaktifkan. Sya sudah sering berkali kali terbang dgn “New MAndala” slain kenyamanan tempat duduk yg lega pesawat yg comfort,malahan mereka kadang sudah mau take off sebelum jadwal take offnya hahaha, saya sempat hampir tertinggal waktu itu menuju denpasar. For MAlaysian people , i hve 2 coment, Indonesia have a best airline too be can be the best too, we prove it, not Airasia, not malaysia air but we have MAndala Air. So malay plese don’t underestimed Indonesia, we re can be more than u r malay people.thanks For your information in 2007 untuil half off 2008 Airasia menderita kerugian pendapatan dan cukup besar, dan ini akan semakin bertambah di kwartal ketiga 2008 seiring dgn meningkatnya harga bahan bakan dan kearogansian mereka yg tetep promo besar2an di kala amsa sulut, entah dr sisi mana mereka berhamat untuk menutupi kerugian sebesar itu, ditambah dgn pemesanan 125 airbus A320 baru, kemungkinan Airasia akan semakin merugi dantidak mampu menutupi hutang defisit mereka yg akan mencapai 1 Milyar US$ dgn pemesanan 125 A320 tersebut.
Comment by Adrian — September 10, 2008 @ 08:10 |
haha saya juga salh satu member new mandala air, semenjak armada meraka abru berganti, penebagan mereka masih sepi dan dan santai tapi sekarang ini wah fantastis flight mereka semakin penuh, saya hampir selalu kehabisaan seat, i harap dgn perkembanagan ini manajemen mandala air dapat tetepa menigkatakan kedisplinan kemana para karyawan agar tidar seperti maskapai yg lain, tetap tertib admin, tetap tertib diudara, itu kunci keberhasilan. keberhasialn bukan dicapai dr sisis harga murah tp dr kedisplinana dan kinerja karyawan yg baik. suksese selalu mandala(cardig air and indigo grup). oh ya harga tiket naik terus neh…hehehe
Comment by Adrian — September 10, 2008 @ 08:16 |
kalo pesawat jenis airbus A319 dan sejenisnya keungulannya amat sangat nyaman disamping mendaratnya mulus dan juga dikabin suara mesin pesawat ngak rerlalu bising ditelingga kita.
Comment by aderifi — October 9, 2008 @ 16:33 |
yah, lumayan lah banyak perubahan dalam segi aircraft..tapi kok dari segi service terkesan tak serius yah ,para cabin crew nya ga serius melayani passanger, banyak ketawa-ketiwi nya …duh duh…hoki-hokian juga sih ya…kadang dapet yang bagus kadang dapet yang pesawat lama agak kotor..!!
Comment by opie — October 19, 2008 @ 14:17 |
bos mandala bule sich…….
Comment by harie — December 16, 2008 @ 08:15 |
Heheheh Tahun depan Anda terpilih menjadi Juru Kampanye Mandala, dengan bayaran terbang gratis karena telah mempromosikan Mandala, Benar tidaknya cerita Anda tanya juga pada pengalaman penumpang lainnya …….
Comment by Mandala — February 1, 2009 @ 07:50 |
Setuju! Mandala emang bagus. Saya membuktikannya lebih dari satu tahun terakhir dengan frekuensi dua kali sebulan JKT-SMG-JKT. Pemesanan tiketnya yang sudah online, pembayarannya melalui kartu kredit, ketepatan waktu (saya sering pake flight pertama, jadi jarang delay), pesawatnya yang baru. Hanya ada satu kekecewaan ketika gagal membayar dengan Mobile Banking Bank Mandiri. Pembayaran sudah dilakukan, saldo sudah berkurang, konfirmasi dari Mandiri bahwa pembayaran sudah masuk ke Mandala, tapi status tiket tidak berubah dari ‘pending/hold’ menjadi ‘confirmed’. Sudah telepon beberapa kali, solusi tidak semakin dekat, akhirnya putus asa dan membiarkan uang yang sudah dibayarkan hangus.
Mudah-mudahan satu kekecewaan ini tidak menghilangkan rasa puas yang cukup banyak atas pelayanan Mandala, karena saya yakin perbaikan dan pengembangan akan terus dilakukan oleh Mandala. (Kali aja orang Mandala baca dan mau urusin refund atau ngasih reward hehe)
YP <-bukan orang Mandala<-
Comment by YP — February 21, 2009 @ 20:06 |
Klo managment mandalaair udh bgus trus armada@ jg udh bnyk yg bru,kira2 kpn ya mandala buka rute ke aceh..?
Comment by Mahmudin — May 6, 2009 @ 09:45 |
Kalo managment & armada@ udh bgus,jd kpn mandala buka rute ke aceh
Comment by Mahmud — May 8, 2009 @ 09:40 |
untuk saat ini sepertinya mandala belum akan membuka rute baru.. hal ini dikarenakan pesawat mereka baru saja dikembalikan kepada pihak lesaing sebanyak 3 buah.. dengan berkurangnya 3 buah pesawat mandala mungkin belum ada rencana untuk membuka rute baru, lha wong rute yang lama saja frekuensinya dikurangi. seperti jogja-jakarta pp yang semula 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari, dan surabaya-jakarta pp yang semula 6 kali sehari menjadi 4 kali seharii..
saat ini mandala masih menunggu pesawat pengganti yang sudah dikembalikan itu tadi untuk mengembangkan rute..
Comment by Tri Setyo Wijanarko — July 11, 2009 @ 17:45 |
sekarang mandala sudah full menggunakan airbus A319 dan A320, nggak ada lagi armada boeing di mandala.. meskipun mandala dengan lion sama2 low cost carrier (LCC) tapi untuk destinasi yang sama biasanya tiket mandala lebih mahal. hal ini sudah lumrah, karena memang OTP (On Time Performance) dari mandala sangat baik. OTP manala bisa diatas 85%. selain itu pelayanan mereka juga sangat baik.. jadi untuk yang ingin terbang dengan tarif yang lebih murah dari garuda tapi dengan ketepatan waktu yang sangat baik bisa mencoba mandala..
saya rasa mandala juga mempunyai safety yang sangat terjamin. ini terbukti ketika pencekalan uni eropa terhadap maskapai indonesia dicabut pada bulan juli ini, mandala bersama garuda, airfast indonesia, dan prime air sudah dibebaskan dari pencekalan uni eropa tersebut.. berarti kan dari sisi safety mandala dan garuda sudah memenuhi standar dari uni eropa.. where’s lion air, batavia, sriwijaya, dan yang lainnya?? kok nggak masuk list juga? hihiihii…
mudah2an airlines di indonesia berlomba2 dalam hal safety, jangan hanya mengandalkan tiket murah tapi keselamatan penumpang dan awak pesawat diabaikan..
menurut saya dari sisi safety, saya akan memilih garuda, mandala, baru selanjutnya air asia..
Comment by Tri Setyo Wijanarko — July 11, 2009 @ 17:40 |