WanHart Blog

June 7, 2008

Amazon Back Up After Outage

By Betsy Schiffman EmailJune 06, 2008 | 1:36:47 PMCategories: Amazon.com

UPDATED: See Amazon official comment below; new error messages reported.

Oops. The Amazon.com site became “unavailable” for millions of users across the U.S., at a potential cost of $31,000 per minute.

The outage comes just a few months after Amazon’s S3 (an online storage service) failed.

The site was down for roughly two hours, starting at 10:25 PST and was back up at 12:30, according to spokesperson Patty Smith. The cause was not disclosed.

“The system is very complex. On rare occasions when we experience problems, we try to resolve them as soon as possible,” Smith says.

The actual cost of the outage? Unclear, but if Amazon generates close to $4 billion this quarter (that’s the Wall Street consensus estimate) the company could book roughly $1.8 million in sales per hour, or $31,000 per minute.

Of course, those numbers include international sales, and international properties were unaffected. Also, there is no way to account for daily or weekly shopping trends.

“It’s hard to say that those sales are just lost, gone and unrecoverable — maybe some people came to the site, saw it was down, poked around, and came back and bought,” says Domenic Lacava, an analyst with Canaccord Adams.

We’re still not clear on what happened, but in an Amazon.com forum, the company left the stark message:

Greetings from Amazon.com,

We are currently investigating an issue that has impacted the availability of the Amazon.com website. Engineers are actively engaged in resolving this issue and we will provide an update once the issue is resolved. We appreciate your patience during this time.

Regards,

Technical Account Management

Amazon.com

And while S3 still did not go down, some customers have complained about a sharp rise in errors; and extremely slow speeds.

In the meantime, several readers report getting an error message implying they’re robots:

We’re sorry!

You have been denied access to this feature because we believe you violated the terms, conditions, rules, guidelines or policies of our site in the past. If you believe we have taken this action in error, you may contact us at ad-help-us@amazon.com.

Incidentally, the Amazon site isn’t the only thing that’s down — the stock closed down close to $4, or more than 4.6 percent.

Source: http://blog.wired.com/business/2008/06/amazon-down.html

April 18, 2008

Jutaan pengunjung dalam satu hari dicapai dalam tiga bulan: Inilah.com

“Content is KING”, isi adalah segalanya, dengan slogan tersebut Inilah.com berhasil mencapai jutaan pengunjung hanya dalam waktu tiga bulan saja.

Saya di informasikan mengenai Inilah.com sekitar 3 hari lalu. Seperti kebiasaan, saya selalu benchmark popularitas situs dengan Alexa.com (perusahaan yang bergerak di bidang informasi situs). Pada waktu saya menyelidiki traffic ranking (ranking lalu lintas situs) saya cukup terkejut melihat grafik lalu lintas situs yang diperoleh oleh Inilah.com; jutaan pengunjung dalam satu hari dan dicapai hanya dalam tiga bulan!

Inilah.com

Alexa traffic ranking: http://www.alexa.com/data/details/traffic_details/inilah.com

Sebagai seorang yang cukup mengerti sulitnya meningkatkan pengunjung dalam junlah besar (apalagi tanpa iklan) saya sangat terkesan dengan isi dan kemudahaan navigasi dan tampilan berita yang disuguhkan.

Bukan hanya berita berita yang disuguhkan berbobot, tetapi penggunaan navigasi yang bersih dengan CSS dan JavaScript yang pas (tidak berlebihan) sangat memudahkan pembaca dalam memilih berita yang akan dibaca. Juga kita dapat melihat video streaming yang cukup menarik.

Jika kita tidak banyak waktu untuk mem-browse berita berita Inilah.com, kita dapat dengan mudah berlangganan dengan menggunakan RSS (Real Simple Syndication). Saya sudah berlangganan Inilah.com lewat RSS. Bagaimana dengan anda?

March 20, 2008

Tidak ada hal yang baru di bawah Matahari. There is nothing new under the Sun.

Seseorang meng-email saya dan bertanya seperti dibawah ini:

Globalisasi mendorong setiap perusahaan untuk terus berjuang mempertahankan eksistensinya. Agar dapat terus bertahan maka tiap perusahaan berlomba-lomba terus mencari solusi baru dalam menarik minat konsumen. Selain itu perusahaan juga dituntut untuk terus melakukan perubahan baik secara internal dalam perusahaannya juga secara eksternal melalui produk-produk dan jasa-jasa yang ditawarkan.

Banyak perusahaan sering menyebut dirinya melakukan perubahan ialah dengan berinovasi. Ada 2 jenis inovasi yang sering disebut, yaitu Incremental innovation dan radical innovation. Menurut Allan Afuah, radical inovasi ialah kemampuan untuk menghancurkan, sedangkan incremental inovasi ialah kemampuan yang meningkatkan.

Salah satu perusahaan yang melakukan inovasi ialah blitzmegaplex yang mengklaim dirinya sebagai ‘bioskop terbesar di indonesia’. Blitzmegaplex muncul sebagai penantang pasar dari bioskop yang telah lama eksis yaitu cineplex 21. menurut anda, apakah inovasi yang dialukan oleh blitzmegaplex merupakan radical innovation atau incremental innovation?

Jika and berada di Afghanistan sekarang atau beberapa tahun lalu, jika ada seseorang yang membangun bioskop, itu akan menjadi satu satunya bioskop setelah pemerintahan Taliban berakhir. Banyak orang Afganistan yang akan berdecak kagum, bahkan akan banyak pula yang akan berkata di alam kagumnya ,”Ini baru inovasi”. Masa sih?

Keberadaan bioksop di Afghanistan ataupun seperti keberadaan BlitzMegaPlex di Indonesia bukanlah hasil dari innovasi, apalagi merupakan hal yang baru. Keberadaan megaplex sudah banyak di negara negara lain. Tidak ada hal yang baru dibawah matahai (there is nothing new under the sun). Sekali lagi, keberadaan BlitzMegaPlex di Indonesia bukanlah hasil dari innovasi, melainkan hasil (buah) dari pada keterbukaan dan reformasi dari pada suatu monopoli yang telah dilakukan oleh 21 cineplex selama berpuluh tahun. Tidak ada suatu hal baru yang dilakukan oleh BlitzMegaPlex dalam hal ini, dan oleh karena itu saya tidak menganggap hal ini sebagai innovasi, melainkan pembaharuan, keterbukaan pasar dari pada pasar tertutup (monopoli).

Jika Aqua menjadi lebih mapan dan besar di pasar setelah Ades berada di pasar, dan jika keberadaan Apple MacOS menjadi pacuan dari pada programmer dan designer Microsoft Windows, maka keberadaan BlitzMegaPlex akan menjadikan persaingan hiburan layar lebar menjadi sehat. Dengan adanya persaingan dari BlitzMegaPlex ini, saya telah melihat 21 Cineplex berbenah diri dengan membangun Studio XXI yang menurut saya jauh lebih hangat dan mewah dari pada BlitzMegaPlex.

Terima kasih saya untuk persaingan pasar bebas yang membuat perusahaan-perusahaan lebih memperbaiki dan meningkatkan diri dalam segi produk dan jasa. Hanya di pasar bebas, produk dan jasa yang benar benar baik akan bertahan, hidup dan sejahtera. Terima kasih persaingan, terima kasih pasar bebas, selamat tinggal monopoli.

March 12, 2008

Advance Negotiation Training. Pelatihan untuk cara cara ber-Negosiasi.

http://Consulting.WanHart.com

Tanpa kita sadari ‘negosiasi’ sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari kita dalam berkomunikasi, baik itu dengan suami, istri, ayah, ibu, teman, kolega dan atasan kita.

nego_pic1.jpg

Keunggulan cara, gaya, fakta, informasi dan metode berkomunikasi yang efisien dan efektif dalam mendapatkan apa yang kita inginkan dari lawan bicara kita adalah kunci yang utama.

WanHart Consulting akan membagikan dan mendiskusikan cara-cara, gaya-gaya, fakta-fakta, informasi yang relevan dan metode komunikasi untuk mendapatkan hasil negosiasi yang efisien dan efektif.

Cakupan pelatihan Advance Negotiation WanHart Consulting adalah:

  1. Mengenal diri sendiri (keterbatasan dan kelebihan)
  2. Mengenal lawan bicara anda (keterbatasan dan kelebihan)
  3. Membaca bahasa tubuh dan pesan tersembunyi lawan bicara anda
  4. Mengenal MATERI pembicaraan anda
  5. Meningkatkan nilai jual anda (increase your bargaining power). Mengurai, menyusun, menampilkan dan menyimpulkan informasi dan materi pembicaraan anda.
  6. Menghitung konsekuensi dan antisipasi dari keberhasilan dan kegagalan negosiasi anda
  7. Menggunakan Rational (data) dan Emosional (hati) secara seimbang

http://Consulting.WanHart.com

Tarif bicara telepon cellular turun?

Jika hukum ekonomi penyaluran dan permintaan (supply and demand) benar, maka memang seharusnya biaya tarif percakapan telepon cellular harus turun melihat banyaknya persaingan operator cellular GSM maupun CDMA.

Saya teringat pada waktu perang tarif (land line) di Amerika Serikat pada tahun 1995-1997 antara 3 raksasa telkom yaitu AT&T, MCI dan Sprint. Ke 3 raksasa telkom di Amerika ini saling perang tarif, selama belum ada pemenang dari perang tarif ini, para konsumen-lah yang menang.

Setelah ada pemenang dari perang biaya tarif percakapan ini, kerugian dan biaya peperangan ini akan di kembalikan dengan cara mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Siapakah yang akan menang dalam perang tarif operator cellular di Indonesia ini? Sampai saat ini masih belum ada pemenang, dan selama belum ada pemenang, kita-lah pemenangnya.

Perang tarif ini bukan hanya berlaku untuk telkom, tetapi untuk semua industri. Sampai sampai perang tarifangkutan udara pun pada turun. Saya harap kualitas perawatan pesawat untuk keamanan dan kenyamanan jangan ikut turun.

Akhirnya terasa juga. GSM operator memukul balik.

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, CDMA operator di Indonesia baru tumbuh setelah GSM operator beroperasi dan menguasai pasar (momentum advantage).

Akhirnya serangan promosi yang bertubi tubi ke pasar oleh operator CDMA seperti Esia, Flexi dan StarOne dirasakan juga oleh operator GSM. Lihat saja iklan iklan dengan Rp0,1/dtk, Rp0,0001/dtk, Rp1/menit dan lain lain.

February 23, 2008

Jargon. Membuat anda bangga?

Jargon. Makes you proud?

Tulisan ini pernah di published oleh saya dengan menggunakan initial nama I. Hartanto di BizResult.

Menurut Merriam-Webster Dictionary kata “Jargon” adalah:
Main Entry: 1jar·gon
Pronunciation: ‘jär-g&n, -”gän
Function: noun
Etymology: Middle English, from Anglo-French jargun, gargon
1 a : confused unintelligible language b : a strange, outlandish, or barbarous language or dialect c : a hybrid language or dialect simplified in vocabulary and grammar and used for communication between peoples of different speech
2 : the technical terminology or characteristic idiom of a special activity or group
3 : obscure and often pretentious language marked by circumlocutions and long words

Sering saya tertawa didalam hati jika dalam sebuah seminar seorang pembicara menggunakan jargon-jargon yang cukup banyak sehingga bukan saja membingungkan pemirsa, tetapi juga membingungkan pembicara itu sendiri.

Tetapi jika anda dapat dengan gamblang menggunakan “Daya Juang” atau “Endurance” sebagai ganti “Adversity Quotient”, mengapa anda merasa berat menanggalkannya? Karena mengatakan hal-hal yang tidak biasa diucapkan oleh banyak orang awam akan membuat anda unik, pintar dan bangga.

jargon.jpg

“Self Personal Mastery” adalah “penguasaan dan pengenalan diri”.
“Customer Behaviour” adalah “perilaku konsumen” (yang dalam nota bene hanya gambaran secara umum dan bukan spesifik). “Neuro Linguistic Porgramming” adalah “teknik mencoba menjadi tukang ramal yang ilmiah” (just kidding).

Saya cukup terkejut pada waktu membaca definisi kata Jargon menurut Merriam-Webster Dictionary; bahasa yang membingungkan dan tidak intelijen, gelap,tdk jelas, tersembunyi, kabur dan congkak.

Tidak semua penggunaan perbendaharaan kata baru (jargon) itu buruk selagi kita dapat menjelaskan artinya dengan jelas dan akurat. Dilema jargon dapat diatasi dengan mudah. Anda dapat mempelajari seni illustrasi (metaphor) dan artikulasi dalam seni “, “Adversity Quotient”, “Self Personal Mastery”, “Customer Behaviour”, “Neuro Linguistic Programming” dan “Cybernetics” adalah salah satu dari sekian banyak jargon-jargon yang sedang trend sampai saat ini. Apakah anda dapat menjelaskan kepada hadirin dengan singkat dan jelas, karena jika tidak, definisi absolut dari kata tersebut tidak mengakar dan akan mengakibatkan tafsir/pengertian yang cukup luas (broad scope).

gca0105l.jpg

Tetapi jika anda dapat dengan gamblang menggunakan “Daya Juang” atau “Endurance” sebagai ganti “Adversity Quotient”, mengapa anda merasa berat menanggalkannya? Karena mengatakan hal-hal yang tidak biasa diucapkan oleh banyak orang awam akan membuat anda unik, pintar dan bangga.

Tidak semua penggunaan perbendaharaan kata baru (jargon) itu buruk selagi kita dapat menjelaskan artinya dengan jelas dan akurat. Dilema jargon dapat diatasi dengan mudah. Anda dapat mempelajari seni illustrasi (metaphor) dan artikulasi dalam seni ketrampilan berpresentasi.

Ungkapkanlah pesan pesan anda yang terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Jika masih juga sulit untuk menghidari jargon, yang paling mudah adalah menjadi diri anda sendiri.

February 22, 2008

My Dream Mobile Phone

These are some features that most of mobile manufacturers have not think of or they may have think about it.

  • Auto Select (Rule Generator).
    Sure some of the mobile device already have some of this dual mode (GSM and CDMA) that can accommodate more then one mobile number in one device.
    Many of mobile operators offer “special offers”, mostly they offered discounted talk-time or sms (text) based on their marketing strategies. I wish we can set a rule on our mobile phone for some numbers, so that when we call the particular number, the phone can call based on assigned operator (GSM or CDMA) to save cost by taking advantage of the particular mobile operator special offers.
  • Built-in BlackBerry Connect or Push Mail
  • FM Radio
  • TV Tuner
  • 8 Mega Pixels Camera
  • 30GB built-in storage
  • Micro SD expansion memory
  • Fast processor (yes, this is very important)
  • Office applications (Microsoft compatible)
  • Quad Band, UMTS and 4G
  • Speech text recognition for faster SMS (text) typing
  • Voice enabled dial
  • World GPS enabled
  • Video Players (DVD, MP4 and many more)
  • Music Players
  • NO Windows Mobile
  • Symbian or Palm OS
  • WiFi a/b/g/n
  • BlueTooth
  • T9 Predictive text
  • 16.7 million colors
  • Phone battery that can last 7 days talk-time
  • Support ANY security modules for secure financial transaction
  • More then one mobile phone fields per person in contacts

February 21, 2008

Hormat – Respect

Filed under: Communication,Komunikasi,Logika,Marketing,Social Science — Admin @ 05:24

“Yes sir”
“How are you sir?”
“Good morning sir”

Itu adalah kata kata yang saya ucapkan kepada para professor (pengajar) pada waktu saya kuliah di San Francisco, California. Suatu saat, salah satu professor saya sudah tidak tahan lagi dan dia minta saya berhenti untuk memanggil dia dengan atribut “Sir” (“Pak”).

Terjemahan:
“Hi Robert, tolong jangan panggil saya dengan “Pak” lagi, panggil saya Joel saja.”
“Maaf, sudah kebiasaan adat timur saya memanggil semua orang yang lebih tua atau uang saya hormati dengan atribut “Pak”.”
“Kenapa kamu harus panggil semua orang yang lebih tua dan kamu hormati dengan atribut “Pak” untuk mengormati mereka?”, sang professor bertanya.
“Kamu bisa menghormati saya dengan cara melakukan pekerjaan rumah (homework) dan test (quiz) dengan belajar yang baik, jika kamu memanggil saya dengan “Pak” dan kamu tidak melakukan pekerjaan rumah dan quiz dengan baik, kamu tidak menghormati saya.”

Terbukalah saya akan definis “hormat” sebagai seorang muda yang menuntut ilmu di negeri orang. Mulai sejak saat itu, saya mengerti apa arti “hormat” yang sesungguhnya.

February 19, 2008

Pentingnya bahasa Inggris dalam era globalisasi ini. Masa sih?

Pada suatu acara international yang diadakan di salah satu hotel bintang lima di Jakarta, saya membawa 7 orang marketing senior saya untuk memprospek pengusaha lokal maupun expatriat untuk mengisi office tower dan service apartment yang kami kelola di salah satu kota besar Indonesia.

Terkejut saya setelah 15 menit berada ditempat itu, ke 7 marketing senior saya lumpuh. Tidak ada satu orang pun bergerak untuk mendekati (approach) mereka. Saya panggil mereka keluar dan ingin menanyakan apa yang terjadi? Mengapa mereka tidak dapat bergaul dengan para expatriat itu?

Semua tertunduk dan akhirnya mereka berkata, “Maaf pak, saya sudah mengusahaakannya, tetapi penguasaan bahasa Inggris saya terbatas sehingga saya bukanlah lawan bicara yang nyaman untuk diajak bicara dalam bahasa Inggris”.

Saya terhenyak sebentar, dan saya berkata, “Tunjuk salah satu orang expatriat yang kamu anggap paling “sombong” dan mari saya perlihatkan bagaimana cara mendekati mereka untuk berbicara”.

Ditunjuklah seorang yang sedang menghisap cerutu, ia dikelilingi oleh 5 orang temannya dan sedang tertawa-tawa menikmati suasana pertemuan kasual ini. Badannya tinggi besar dan bahasa tubuhnya menunjukan percaya diri yang sangat tinggi. Saya berkata, “Mari ikut saya dan saya akan perlihatkan cara mendekati orang yang kamu tunjuk tersebut”.

“Hallo, apa kabar?”
“Nama saya Irwan dari…..” dan saya terus berbicara dalam bahasa Indonesia.

“I am sorry, I do not speak Indonesian” dia tersenyum.
Dengan tersenyum juga saya berkata, “Makanya belajar bahasa Indonesia di negara Indonesia, seperti saya tinggal di Amerika selama 9 tahun dan saya bisa berbicara Inggris dengan fasih”.

Sang expatriat pun tidak dapat berkata-kata apa apa lagi selain memberi hormat kepada saya. Dan dalam setiap pas-pas an di dalam pertemuan itu, dia mengangguk memberi hormat kepada saya. Dalam pertemuan itu, semua 7 senior marketing saya mendekati (approach) expatriat yang hadir sebagai seorang Indonesia, bukan seorang setengah bule.

Dalam era globalisasi ini penting untuk belajar atau dapat berbicara bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya. Tetapi jika kita lupa akan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia, maka kepercayaan diri akan hilang dan bangsa tidak akan maju.

Pentingnya bahasa Inggris dalam era globalisasi ini. Masa sih?

Banyak orang berkata dalam era globalisasi ini sangat penting untuk menguasai paling tidak bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya. Mereka berkata bahwa tanpa penguasaan bahasa Inggris (English Command) yang baik, suatu negara tidak akan maju. Banyak yang mengambil contoh dari penguasaan bahasa Inggris di Malaysia dan India.

Tetapi mereka tidak melihat bahwa negara negara yang benar benar maju bukanlah Malaysia dan India, tetapi negara-negara seperti Jerman, Perancis, Jepang, Korea, China yang sebagian besar masyarakatnya tidak memiliki penguasaan bahasa Inggris yang baik, melainkan menguasai dan bangga sebagai bangsa yang memiliki identitas dengan menggunakan bahasa mereka sendiri sendiri.

Bangga dengan identitas kita dan menjadi diri sendiri

Didalam satu kelas bisnis penerbangan saya ke kota Los Angeles, saya bertemu dengan wanita cantik Indonesia yang fasih berbahasa Inggris. Bahasa Inggris wanita ini sangat baik sekali (excellent English pronunciation). Jika dia berbicara cukup keras, seolah olah ingin memberitahukan kepada seisi pesawat bahwa dia memiliki pelafalan (pronunciation) bahasa Inggris yang sangat baik.

Tetapi jika saya dengarkan baik baik, apa yang dia katakan dalam setiap pembicaraan hanyalah basa basi dan tidak ada isinya (tidak berbobot, pep-talk). Gatal telinga saya jadinya. Saya lebih terbiasa dan lebih menghargai orang yang berbahasa Inggris pas pas-an tetapi ada isi dan bobot pembicaraannya.

Jangan berbicara bahasa setengah setengah dan campur campur. Jika anda ingin berhasa Inggris, bicaralah dengan lengkap dan sepenuhnya, juga sebaliknya. Banggalah berbahasa Indonesia dan berbanggalah menjadi orang Indonesia.

Tambahan:

Berbicara dengan bahasa gado-gado (berbicara bolak balik dan campur aduk antara Inggris dan Indonesia) tidaklah membanggakan untuk saya. Saya sangat fasih berbahasa Inggris, anda tidak akan bisa bedakan jika mendengar suara saya dengan orang yang sejak lahir berbicara bahasa Inggris, tetapi saya sangat bangga untuk berbahasa Indonesia.

Bahasa Inggris di dunia usaha memang digunakan untuk bisnis, surat menyurat dan meeting dengan bule bule yang tidak mau belajar dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Tetapi maksud terpenting dari tulisan saya ialah, cukup untuk berbicara kepada bule yang tidak bisa dan tidak mau belajar bahasa Indonesia. Tidak usah dilanjutkan dalam percakapan sehari-hari, tidak usah over reacting dan berpikir bahwa dengan bisa berbicara bahasa Inggris ditempat umum anda merasa derajat anda lebih tinggi dari orang lain.

Jika anda memang lebih nyaman dengan berbahasa Inggris, silahkan berbicara Inggris sepenuhnya (full and complete conversation in English), jangan berbicara gado-gado. Itu sangat memalukan dan merendahkan derajat anda sendiri.

_40923281_indonesia_malacca_map203.gif 120px-indonesia_flag_large72.png

rev_indo_cover.jpg

Dual Platforms is here to stay.

http://Consulting.WanHart.com

Just like nature, day and night, and so is the business will have it’s dual platform to compare and to contrast which one is better. Without the competition, progress will be halted.

Dual Platforms dilemma, disadvantages and advantages. On cunsumer electronics we have BetaMax vs. VHS, Blue Ray DVD vs. HD DVD, Microsoft Windows vs. Apple Mac OS , GSM vs. CDMA, McDonalds vs. Burger King, WiMax vs. LTE and so forth. Which one to choose? Which one is better?

dvd_blu-ray_logo.gif

vhs_betamax_logo.gif

post-7-1132270778.jpg

It does not matter which one is better, to sum it up, Al Ries in his book wrote: in the long run, every market becomes a two-horse race.

The Future of Media: Media Convergence

Masa depan Media: Konvergensi Media

Masa depan Media harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Portable.
    Perangkat keras (hardware) yang mudah dibawa-bawa kemana-mana. Kecil, ringan dan mudah digunakan. Konvergensi (gabungan) antara Computer, Telepon Genggam, Pemutar Musik, Radio dan Televisi. Waktu tulisan ini di posting, sudah ada beberapa telepon genggam yang menyediakan fitur televisi. Klik disini untuk search google untuk telepon genggam dengan fitur-fitur TV.Perangkat keras (hardware) yang akan dan harus menjadi front runner dalam konvergensi media ini. Dengan awal keseragaman dan konvergensi (gabungan) antara Computer, Telepon Genggam, Pemutar Musik, Radio dan Televisi, maka akan semakin banyak pengguna yang akan terbiasa, senang dan tergantung olehnya.

  2. Compatible.
    Type perangkat lunak (software) yang universal dan dapat dimainkan atau ditampilkan operating system dimana saja. Software sudah harus bisa digunakan dibeberapa platfroms, sebagai contoh: Mac OS dan Windows sekarang sudah dapat di pasang dan di operasikan di Intel Chipset.

  3. Accessible.
    Saluran distribusi media harus dapat di akses dimana saja dan kapan saja (wide area network) dan selalu tersambung (always-on). Accessibility ini akan mengarah kepada konvergensi bandwidth (pita-lebar) yang sebentar lagi akan terjadi dengan teknologi 4G, baik WiMax maupun dengan menggunakan teknologi LTE.Dengan adanya akses bandwidth (pita-lebar) yang besar, antara 10Mbps-100Mbps, kita bisa menonton acaraTV tanpa terputus-putus bahkan dengan kualitas DVD sekalipun.

  4. Interactivity.
    Di beberapa negara sudah beberapa tahun lalu memiliki televisi semi-interaktif, yang berarti kita bisa merekam siaran TV dengan menggunakan satu alat dan kemudahan rekaman siaran tersebut juga telah dipermudah oleh marka-marka siaran yang dipancarkan oleh stasiun TV.Dimasa depan (kira-kira tahun 2012) sebagian siaran TV dapat di putar kembali seperti memilih menu di situs untuk memilih program apa yang akan kita tonton atau rekam.

  5. Transactional Enabled.
    Dengan adanya interactivity, maka iklan yang ditampilkan juga dapat langsung dipesan/dibeli melalui secured credit card transactions.

    • Bayangkan jika minuman softdrinks, pizza dapat dipesan dan dibeli melalui menu yang ada di televisi pada saat pertandingan football ditayangkan.
    • Bantal bercorak Barbie atau Disney dapat dipesan dan dibeli dengan instan oleh anda dengan tombol yang disediakan pada remote control anda.
    • Video clip dan musik yang anda lihat di TV dan dengan di Radio dapat anda beli dan langsung dikirimkan kepada alat pemutar musik atau telepon genggam anda.
    • Dan masih banyak lagi…

February 11, 2008

Daya Pikat, Daya Tarik dan Daya Bius

Dan anda hanya mempunyai satu kesempatan!

Anda sedang berjalan-jalan di suatu sore, mata anda tertuju kepada wanita cantik di depan anda. Wajahnya yang ayu sudah mencuri hati anda. Anda mencoba melirik dia dengan ekor mata anda. Ah, dia juga melirik anda kembali. Hati anda berdebar-debar lebih kencang. Apa yang anda harus lakukan? Anda bertanya dengan kesal dalam hati.

TIba-tiba suara kencang dari dalam lubuk hati berteriak, “Sekarang atau terlambat!”. Lagi diikuti suara menggelegar dari dalam hati, “Rugi apa kamu dengan menyapa dia?”. Keberanian tiba-tiba datang dan anda mulai tersenyum bersahabat terhadap dia. Hati anda yang masih berdebar-debar di tenangkan dengan senyuman yang dilemparkan kembali oleh sang idaman.

Keberanian anda mulai timbul dan anda berjalan mendekati “dia”. Hati anda kembali berdebar kencang, kulitnya yang putih dan wanginya yang semerbak membuat anda tidak percaya bahwa dia akan membalas senyuman anda.

“Halo, nama saya Dewa”
“Nama saya Dewi”
“Saya sedang ingin membeli Cafe Latte, kamu mau?”
“Ya…”

Anda dengan dia berjalan kearah salah satu kedai kopi yang cukup mewah dan ramai. Setelah anda duduk dan dan berbincang-bincang 5 menit, hati anda berkata: inilah calon istri saya, putih, cantik dan pandai. Tetapi di menit ke-6, tiba-tiba anda merasakan anda mengatakan hal yang menyinggung dia. Senyumnya pun redup dan hati anda kembali berdebar-debar dan merasa bersalah dan kalah.

wanhart_pyramid.gif

Hal-hal seperti demikian diatas sering kita alami di perusahaan dengan kolega ataupun prospek bisnis, dimana sang lawan diibaratkan seperti si “dia”, sang Dewi dengan kulitnya yang putih menawan dan wangi yang semerbak. Satu gerakan atau kata-kata yang salah, kolega ataupun prospek bisnis anda lari.

Keadaan ataupun skenario ini tidaklah boleh terjadi jika anda sedang menjual/memprospek apalagi sedang mendekati transaksi bisnis yang hampir selesai. Satu gerakan yang salah tidak akan mengantar anda kedalam puncak keberhasilan.

Daya Pikat, Daya Tarik dan Daya Bius

Kami penggemar Smart-Phone, pada umumnya kami menggunakan Nokia Communicator, tetapi sering kami membeli lebih daripada satu merek untuk penggunaan pribadi.

Suatu hari, pada tahun 2005 istri saya tiba-tiba setengah berteriak, “Pak, ada Nokia Communicator baru, namanya Nokia 9500, bagus lho!”. Istri saya sangat terpikat (Daya Pikat ) oleh penampilan Nokia 9500. Belum cukup hanya mengagumi lewat gambar, karena keterpikatannya yang begitu atunsias, maka ke-esokan harinya dia berangkat (Daya Tarik) ke RoxyMas – Pusat Handphone untuk melihat langsung dimensi dan ergonomik daripada handphone tersebut. Setelah memegang-megang dan mencoba fitur-fiturnya maka dia-pun terbius ( Daya Bius) untuk membelinya dengan harga Rp9,5 juta rupiah pada saat itu.

Apakah ini yang anda inginkan baik secara pribadi, korporat maupun produk dan jasa? Apakah langkah konsumen anda terhenti di daya pikat sebelum sempat terbius? Apakah sang Dewa dapat memperbaiki kesalahannya dan membius hati sang Dewi? Ya, jika sang Dewa mengikuti Presentation Skill yang dilakukan oleh WanHart Consulting, kesalahan pendekatan akan dapat diminimalkan sehingga “damage control” masih dapat dilakukan.

Sang Dewi dan sang Dewa hidup bahagia pada akhirnya dan dikaruniai dengan dua anak.

November 30, 2007

Kreatifitas mencari “Global Business Ideas”

Pencarian di Google dan Yahoo! sangat membutuhkan kreatifitas dalam memasukan kata kunci kita. Jika dalam kehidupan sehari hari kita sudah cukup sibuk kemungkinan besar waktu kita dihabisakan untuk rutinitas pekerjaan kita.

Dimana kita bisa mencari ‘new business ideas’? Apakah kita memiliki banyak waktu senggang dalam mencari sesuatu yang belum kita ketahui? Tentunya akan sangat sukar.

Sekarang kita dapat mencari global business ideas lewat SpringWise. Anda akan tertegun dan terkesima, tetapi rutinitas pekerjaan anda akan menenggelamkan anda kembali. Oleh karena itu jangan lupa untuk subscribe ke RSS (Real Simple Syndication) SpringWise.

Jika anda suka dengan WanHart BLOG, maka anda pun dapat subsribe RSS (Real Simple Syndication) WanHart di http://wanhart.wordpress.com/feed/

Selamat menikmati, berkembang dan sukses.

Mempersiapkan diri untuk dunia usaha GLOBAL – Teknologi 4G, WiMax

If you’re early, you’re on-time, if you’re on-time, you’re late – announcement board at University of San Francisco.

Pada tahun 1995 dimana saya mulai bekerja di Silicon Valley (California, USA), email baru mulai memasyarakat di Amerika. Email mulai diperhitungkan sebagai alat komunikasi gratis yang cukup efektif, cepat dan sangat berguna dibanding dengan snail mail (pos darat).

Pada saat yang sama (1995) di Indonesia, koneksi internet masih sangat lambat dan jaringan broadband (pita lebar) masih sangat langka, sehingga kebiasaan menggunakan email masih sangat terbatas kepada perusahaan besar (corporate) penggunaannya. Ada yang terhilang pada saat saya kembali dan menetap di Jakarta (Jan 2002), yaitu kecepatan internet access (jaringan internet). Alat komunikasi portable (telepon genggam; handphone) saja masih belum ada yang memiliki layar berwarna. Nokia communicator masih juga memiliki layar monochrome.

Sekarang sudah mulai hadir broadband yang lumayan tapi masih cukup tertinggal dibanding negara tetangga kita. TelkomSpeedy masih unggul dengan kecepatan 384Kbps dan unlimited sudah mulai di pasarkan sejak beberapa tahun lalu, banyak perusahaan yang berlangganan TelkomSpeedy karena tidak adanya alternatif. Sekarang sudah mulai bermunculan perusahaan broadband seperti NetZap, FirstMedia dan lain lain yang menawarkan kecepatan tinggi hingga 3.5Mbps. tetapi sayangnya konektifitas masih belum stabil sehingga sering kali terputus putus. Tapi apa daya, masih sangat terbatas pilihannya dan terkadang kita tidak ada pilikhan lain karena sudah dengan susah payah merangkai jaringan komputer dengan menggunakan jasa mereka. Ditambah lagi, usaha harus terus berjalan dan tidak dapat terinterupsikan (the business must go on and cannot be interrupted).

Sampai saat tulisan ini di terbitkan (published) di WanHart BLOG, penyediaan broadband masih terbatas. Lalu bagaimanakah perusahaan di Indonesia dapat bersaing dengan negara tetangga yang memiliki kemudahan dan kecepatan broadband? Seberapa jauhkan kita tertinggal dan akan-kah kita selalu tertinggal? Alasan yang paling masuk akal adalah kita selalu meng-klaim bahwa tidak mudah untuk meng-implementasi-kan broadband di negara kepulauan yang luas dengan penduduk terpadat ke-5 di dunia.

Broadband (pita lebar), mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) dan speed (kecepatan) sudah menjadi bagian dari keperluan (requirements) dunia usaha global. Secara alternatif, 3 dari 5 keperluan (requirements) dunia usaha global yaitu mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) telah dapat digunakan secara leluasa di Indonesia. tetapi 2 dari 5 keperluan (requirements) yaitu broadband dan speed masih memerlukan peningkatan yang signifikan dalam hal penyediaan (distribusi) dan kecepatan konektifitas.

Dalam hal ini beberapa GSM (Global System for Mobile communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access) operator telah meluncurkan beberapa jasa konektifitas cepat atau pita lebar (broadband) dengan menggunakan 3.5G dengan kecepatan hingga 3Mbps dan EVDO (Evolution Data Optimized atau Evolution Data only) yang masih sedikit dan terbatas penggunaanya di Indonesia.

Belum rampung pendistribusian penggunaan teknologi 3G dan 3.5G sekarang sedang dikembangkan teknologi WiMax yang akan dikenal sebagai 4G (fourth generation) yang akan memberikan kecepatan konektifitas hingga 25Mbps yaitu 60x kecepatan 3G!

Teknologi 4G dengan menggunakan WiMax akan meningkatkan standar dunia usaha global. Bayangkan jika kita dapat nonton TV dan Video lewat telepon genggam (air streaming) tanpa terputus-putus. Transaksi keuangan seperti transfer dan pembayaran untuk pembelian barang maupun jasa dapat menggunakan telepon genggam. Ditengah-tengah kemacetan kota metropolitan Jakarta tentunya akan sangat membantu dan dapat meningkatkan produktifitas.

Seperti papan pengumuman di tempat tata usaha saya kuliah dulu (University of San Francisco) terdapat tulisan yang sangat berkesan; IF YOU’RE EARLY, YOU’RE ON-TIME, IF YOU’RE ON-TIME, YOU’RE LATE. Sudahkah anda mempersiapkan diri dan usaha anda untuk menyambut peningkatan produktifitas usaha anda? Jika belum, masih belum terlambat.

Theme: Rubric. Get a free blog at WordPress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.