WanHart Blog

November 30, 2007

Kreatifitas mencari “Global Business Ideas”

Pencarian di Google dan Yahoo! sangat membutuhkan kreatifitas dalam memasukan kata kunci kita. Jika dalam kehidupan sehari hari kita sudah cukup sibuk kemungkinan besar waktu kita dihabisakan untuk rutinitas pekerjaan kita.

Dimana kita bisa mencari ‘new business ideas’? Apakah kita memiliki banyak waktu senggang dalam mencari sesuatu yang belum kita ketahui? Tentunya akan sangat sukar.

Sekarang kita dapat mencari global business ideas lewat SpringWise. Anda akan tertegun dan terkesima, tetapi rutinitas pekerjaan anda akan menenggelamkan anda kembali. Oleh karena itu jangan lupa untuk subscribe ke RSS (Real Simple Syndication) SpringWise.

Jika anda suka dengan WanHart BLOG, maka anda pun dapat subsribe RSS (Real Simple Syndication) WanHart di https://wanhart.wordpress.com/feed/

Selamat menikmati, berkembang dan sukses.

Logika JIKA…

Filed under: Humor,Logika — Admin @ 07:07
Tags: , , ,

Jika saja Busway tidak dibangun maka kemacetan tidak akan bertambah lebih parah…

Jika Busway sudah dibangun bukankah lebih baik di ‘share’ dengan penumpang yang memuat lebih dari 3 orang (car pooling)…

Jika saja penduduk Indonesia tidak semua tumpah ruah di Jakarta, maka Jakarta ku akan seperti Jogjakarta…

Jika saja pemerintah memperhatikan pembangunan daerah dengan baik, maka putera daerah tidak perlu mencari pekerjaan di Jakarta…

Jika subway (kereta api bawah tanah) di bangun, maka akan banyak gelandangan bersembunyi di terowongan kereta api seperti yang telah terjadi di kolon-kolong jembatan layang…

Jika saja… silahkan berandai-andai sendiri… tambahkan komentar dibawah ini…

Mempersiapkan diri untuk dunia usaha GLOBAL – Teknologi 4G, WiMax

If you’re early, you’re on-time, if you’re on-time, you’re late – announcement board at University of San Francisco.

Pada tahun 1995 dimana saya mulai bekerja di Silicon Valley (California, USA), email baru mulai memasyarakat di Amerika. Email mulai diperhitungkan sebagai alat komunikasi gratis yang cukup efektif, cepat dan sangat berguna dibanding dengan snail mail (pos darat).

Pada saat yang sama (1995) di Indonesia, koneksi internet masih sangat lambat dan jaringan broadband (pita lebar) masih sangat langka, sehingga kebiasaan menggunakan email masih sangat terbatas kepada perusahaan besar (corporate) penggunaannya. Ada yang terhilang pada saat saya kembali dan menetap di Jakarta (Jan 2002), yaitu kecepatan internet access (jaringan internet). Alat komunikasi portable (telepon genggam; handphone) saja masih belum ada yang memiliki layar berwarna. Nokia communicator masih juga memiliki layar monochrome.

Sekarang sudah mulai hadir broadband yang lumayan tapi masih cukup tertinggal dibanding negara tetangga kita. TelkomSpeedy masih unggul dengan kecepatan 384Kbps dan unlimited sudah mulai di pasarkan sejak beberapa tahun lalu, banyak perusahaan yang berlangganan TelkomSpeedy karena tidak adanya alternatif. Sekarang sudah mulai bermunculan perusahaan broadband seperti NetZap, FirstMedia dan lain lain yang menawarkan kecepatan tinggi hingga 3.5Mbps. tetapi sayangnya konektifitas masih belum stabil sehingga sering kali terputus putus. Tapi apa daya, masih sangat terbatas pilihannya dan terkadang kita tidak ada pilikhan lain karena sudah dengan susah payah merangkai jaringan komputer dengan menggunakan jasa mereka. Ditambah lagi, usaha harus terus berjalan dan tidak dapat terinterupsikan (the business must go on and cannot be interrupted).

Sampai saat tulisan ini di terbitkan (published) di WanHart BLOG, penyediaan broadband masih terbatas. Lalu bagaimanakah perusahaan di Indonesia dapat bersaing dengan negara tetangga yang memiliki kemudahan dan kecepatan broadband? Seberapa jauhkan kita tertinggal dan akan-kah kita selalu tertinggal? Alasan yang paling masuk akal adalah kita selalu meng-klaim bahwa tidak mudah untuk meng-implementasi-kan broadband di negara kepulauan yang luas dengan penduduk terpadat ke-5 di dunia.

Broadband (pita lebar), mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) dan speed (kecepatan) sudah menjadi bagian dari keperluan (requirements) dunia usaha global. Secara alternatif, 3 dari 5 keperluan (requirements) dunia usaha global yaitu mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) telah dapat digunakan secara leluasa di Indonesia. tetapi 2 dari 5 keperluan (requirements) yaitu broadband dan speed masih memerlukan peningkatan yang signifikan dalam hal penyediaan (distribusi) dan kecepatan konektifitas.

Dalam hal ini beberapa GSM (Global System for Mobile communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access) operator telah meluncurkan beberapa jasa konektifitas cepat atau pita lebar (broadband) dengan menggunakan 3.5G dengan kecepatan hingga 3Mbps dan EVDO (Evolution Data Optimized atau Evolution Data only) yang masih sedikit dan terbatas penggunaanya di Indonesia.

Belum rampung pendistribusian penggunaan teknologi 3G dan 3.5G sekarang sedang dikembangkan teknologi WiMax yang akan dikenal sebagai 4G (fourth generation) yang akan memberikan kecepatan konektifitas hingga 25Mbps yaitu 60x kecepatan 3G!

Teknologi 4G dengan menggunakan WiMax akan meningkatkan standar dunia usaha global. Bayangkan jika kita dapat nonton TV dan Video lewat telepon genggam (air streaming) tanpa terputus-putus. Transaksi keuangan seperti transfer dan pembayaran untuk pembelian barang maupun jasa dapat menggunakan telepon genggam. Ditengah-tengah kemacetan kota metropolitan Jakarta tentunya akan sangat membantu dan dapat meningkatkan produktifitas.

Seperti papan pengumuman di tempat tata usaha saya kuliah dulu (University of San Francisco) terdapat tulisan yang sangat berkesan; IF YOU’RE EARLY, YOU’RE ON-TIME, IF YOU’RE ON-TIME, YOU’RE LATE. Sudahkah anda mempersiapkan diri dan usaha anda untuk menyambut peningkatan produktifitas usaha anda? Jika belum, masih belum terlambat.

November 28, 2007

Mengapa banyak pelatihan (training) yang tidak efektif? Why some training did not work?

Filed under: Business,Consulting,Pelatihan — Admin @ 09:07
Tags: , , , ,

Teori lahir dari praktek dan praktek lahir dari teori.

Banyak pelatihan (training) yang tidak efektif karena dilakukan berdasarkan teori semata. Pelatih (trainer/instructor) yang kredibel akan membagi pengalaman mereka dalam bekerja dan kehidupan sehari hari-hari yang relevan dengan materi yang disampaikan. Karena banyaknya pengalaman dalam melakukan kegiatan (aktifitas) maka Pelatih (trainer/instructor) dapat meng-ilustrasikan pengalamannya berdasarkan apa yang ia alami.

Tanpa banyaknya contoh contoh yang relevan dengan dunia usaha ataupun kegiatan yang riil, maka pelatihan (training) akan menjadi tidak efektif; tidak membumi dan tidak berkesan.

Ditambah lagi dengan persoalan kultur budaya Indonesia yang ‘sopan’. Pada umumnya orang Indonesia tidak serta merta spontan dalam berkomentar di depan umum dalam merespon sesuatu. Kultur ini juga yang menjadi masalah dalam pelatihan; tidak adanya koreksi yang spontan dari peserta dapat membuat orang kehilangan arah (misleading).

Dalam program pelatihan (training), adalah tanggung jawab semua pihak untuk mengerti dan mengamati penyimpangan penyimpangan fakta maupun pendapat. Peserta yang aktif dan spontan dalam merespon semua yang diberikan seringkali di ‘cap’ sebagai orang yang ‘sok pintar’ atau ‘pengacau’ (trouble maker) di dalam kultur Indonesia. Padahal di kultur barat, sikap resposif yang spontan inilah yang menjadi kekuatan struktur social, dan orang orang yang spontan dan responsif dalam men-sikapi suatu hal menjadi pemimpin (leader) dalam lingkungannya.

Pelatihan yang efektif harus memicu spontanitas dan respon dari pada peserta, tapi bagaimana memicu kultur budaya ‘sopan’ yang terjadi pada sesi pelatihan (training session)?

Seorang pelatih (trainer/instructor) harus dapat membuat suasana santai, nyaman dan bersahabat. Suasana seperti inilah yang akan mengembangkan dan meningkatkan dinamika kelompok (group dynamic) dan menjadikan pelatihan (training) menjadi efektif dan berkesan.

Membangun Usaha Sendiri

Filed under: Business,Consulting — Admin @ 08:02
Tags: , , , , ,

Hampir semua orang ingin membangun usaha sendiri dengan iming-iming kebebasan waktu dan kebebasan finansial. Tetapi apakah yang anda butuhkan dalam membangun usaha sendiri? Sudahkan anda memikirkannya? Ego bukanlah yang utama, lalu apakah yang menjadi faktor utama dalam membangun usaha sendiri?

Ikuti 11 checklist untuk membangun usaha sendiri dan temukanlah jawabannya!

Produk/Jasa. Apakah anda telah memiliki produk atau jasa yang akan anda tawarkan? Sudahkah anda meneliti (research) mengenai keunggulan produk dan jasa anda? Jika belum, ini adalah PR (pekerjaan rumah) anda yang utama.

  1. Apa keunggulan produk atau jasa anda?
  2. Sudahkan orang lain (pesaing/competitor) melakukannya?
  3. Apakah ada pesaing (competitor) anda dalam bidang (produk/jasa) yang akan anda tawarkan?
  4. Jika sudah ada, apa yang anda lihat dari pesaing anda? Apakah ada kelemahan yang anda dapat tawarkan sebagai pembanding?

Finansial/Keuangan.Keuangan adalah tulang punggung dari pada usaha anda. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, usaha anda dapat gagal ditengah jalan sebelum mencapai kesuksesan. Apakah anda telah melakukan finansial forecasting (proyeksi keuangan) untuk cash flow anda?

  1. Berapakah fixed-cost (overhead) yang harus anda sediakan dalam membangun usaha anda dalam satu tahun?
  2. Apakah kebutuhan keuangan untuk rumah tangga anda sudah terpenuhi tanpa terganggu usaha anda?

Pemasaran. Pemasaran adalah tombak dari usaha anda setelah anda dapat mengatasi faktor PRODUK/JASA dan FINANSIAL/KEUANGAN. Rencanakan marketing/pemasaran anda dengan baik.

  1. Bagaimanakah cara anda menjangkau target market (pembeli/customer) anda?
  2. Buatlah perencanaan keuangan untuk pemasaran (marketing) yang baik untuk 12 bulan kedepan.
  3. Apakah anda mempunyai back-up plan (rencana kedua) jika rencana utama anda mengalami kegagalan?

Administrasi.Administrasi adalah hal yang penting dan menyangkut customer service (pelayanan pelanggan). Tanpa administrasi yang baik, anda akan mendapatkan kesalahan yang akan membuat usaha merugi. Administrasi yang buruk menghasilkan kinerja yang buruk pula dan akan menimbulkan customer service yang buruk pula. Customer service yang buruk akan mengakibatkan usaha anda ditinggalkan oleh pelanggan anda. Administrasi yang baik bukan berarti anda harus memiliki semuanya, tetapi anda dapat mendahulukan hal hal yang anda anggap terpenting. Bagaimana anda mengatur administrasi anda untuk meng-antisipasi usaha anda?

  1. Sudahkan anda mempersiapkan format pembukuan yang baik untuk meng-antisipasi kemajuan usaha anda?
  2. Sudahkan anda mempersiapkan logistik anda dengan rapi untuk meng-antisipasi kemajuan usaha anda?

Jika semua jawaban adalah YA, maka anda telah siap untuk melakukan dan membangun usaha sendiri. Ingat, jangan mudah menyerah!