WanHart Blog

June 7, 2008

Amazon Back Up After Outage

By Betsy Schiffman EmailJune 06, 2008 | 1:36:47 PMCategories: Amazon.com

UPDATED: See Amazon official comment below; new error messages reported.

Oops. The Amazon.com site became “unavailable” for millions of users across the U.S., at a potential cost of $31,000 per minute.

The outage comes just a few months after Amazon’s S3 (an online storage service) failed.

The site was down for roughly two hours, starting at 10:25 PST and was back up at 12:30, according to spokesperson Patty Smith. The cause was not disclosed.

“The system is very complex. On rare occasions when we experience problems, we try to resolve them as soon as possible,” Smith says.

The actual cost of the outage? Unclear, but if Amazon generates close to $4 billion this quarter (that’s the Wall Street consensus estimate) the company could book roughly $1.8 million in sales per hour, or $31,000 per minute.

Of course, those numbers include international sales, and international properties were unaffected. Also, there is no way to account for daily or weekly shopping trends.

“It’s hard to say that those sales are just lost, gone and unrecoverable — maybe some people came to the site, saw it was down, poked around, and came back and bought,” says Domenic Lacava, an analyst with Canaccord Adams.

We’re still not clear on what happened, but in an Amazon.com forum, the company left the stark message:

Greetings from Amazon.com,

We are currently investigating an issue that has impacted the availability of the Amazon.com website. Engineers are actively engaged in resolving this issue and we will provide an update once the issue is resolved. We appreciate your patience during this time.

Regards,

Technical Account Management

Amazon.com

And while S3 still did not go down, some customers have complained about a sharp rise in errors; and extremely slow speeds.

In the meantime, several readers report getting an error message implying they’re robots:

We’re sorry!

You have been denied access to this feature because we believe you violated the terms, conditions, rules, guidelines or policies of our site in the past. If you believe we have taken this action in error, you may contact us at ad-help-us@amazon.com.

Incidentally, the Amazon site isn’t the only thing that’s down — the stock closed down close to $4, or more than 4.6 percent.

Source: http://blog.wired.com/business/2008/06/amazon-down.html

Advertisements

March 20, 2008

Tidak ada hal yang baru di bawah Matahari. There is nothing new under the Sun.

Seseorang meng-email saya dan bertanya seperti dibawah ini:

Globalisasi mendorong setiap perusahaan untuk terus berjuang mempertahankan eksistensinya. Agar dapat terus bertahan maka tiap perusahaan berlomba-lomba terus mencari solusi baru dalam menarik minat konsumen. Selain itu perusahaan juga dituntut untuk terus melakukan perubahan baik secara internal dalam perusahaannya juga secara eksternal melalui produk-produk dan jasa-jasa yang ditawarkan.

Banyak perusahaan sering menyebut dirinya melakukan perubahan ialah dengan berinovasi. Ada 2 jenis inovasi yang sering disebut, yaitu Incremental innovation dan radical innovation. Menurut Allan Afuah, radical inovasi ialah kemampuan untuk menghancurkan, sedangkan incremental inovasi ialah kemampuan yang meningkatkan.

Salah satu perusahaan yang melakukan inovasi ialah blitzmegaplex yang mengklaim dirinya sebagai ‘bioskop terbesar di indonesia’. Blitzmegaplex muncul sebagai penantang pasar dari bioskop yang telah lama eksis yaitu cineplex 21. menurut anda, apakah inovasi yang dialukan oleh blitzmegaplex merupakan radical innovation atau incremental innovation?

Jika and berada di Afghanistan sekarang atau beberapa tahun lalu, jika ada seseorang yang membangun bioskop, itu akan menjadi satu satunya bioskop setelah pemerintahan Taliban berakhir. Banyak orang Afganistan yang akan berdecak kagum, bahkan akan banyak pula yang akan berkata di alam kagumnya ,”Ini baru inovasi”. Masa sih?

Keberadaan bioksop di Afghanistan ataupun seperti keberadaan BlitzMegaPlex di Indonesia bukanlah hasil dari innovasi, apalagi merupakan hal yang baru. Keberadaan megaplex sudah banyak di negara negara lain. Tidak ada hal yang baru dibawah matahai (there is nothing new under the sun). Sekali lagi, keberadaan BlitzMegaPlex di Indonesia bukanlah hasil dari innovasi, melainkan hasil (buah) dari pada keterbukaan dan reformasi dari pada suatu monopoli yang telah dilakukan oleh 21 cineplex selama berpuluh tahun. Tidak ada suatu hal baru yang dilakukan oleh BlitzMegaPlex dalam hal ini, dan oleh karena itu saya tidak menganggap hal ini sebagai innovasi, melainkan pembaharuan, keterbukaan pasar dari pada pasar tertutup (monopoli).

Jika Aqua menjadi lebih mapan dan besar di pasar setelah Ades berada di pasar, dan jika keberadaan Apple MacOS menjadi pacuan dari pada programmer dan designer Microsoft Windows, maka keberadaan BlitzMegaPlex akan menjadikan persaingan hiburan layar lebar menjadi sehat. Dengan adanya persaingan dari BlitzMegaPlex ini, saya telah melihat 21 Cineplex berbenah diri dengan membangun Studio XXI yang menurut saya jauh lebih hangat dan mewah dari pada BlitzMegaPlex.

Terima kasih saya untuk persaingan pasar bebas yang membuat perusahaan-perusahaan lebih memperbaiki dan meningkatkan diri dalam segi produk dan jasa. Hanya di pasar bebas, produk dan jasa yang benar benar baik akan bertahan, hidup dan sejahtera. Terima kasih persaingan, terima kasih pasar bebas, selamat tinggal monopoli.

March 12, 2008

Advance Negotiation Training. Pelatihan untuk cara cara ber-Negosiasi.

http://Consulting.WanHart.com

Tanpa kita sadari ‘negosiasi’ sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari kita dalam berkomunikasi, baik itu dengan suami, istri, ayah, ibu, teman, kolega dan atasan kita.

nego_pic1.jpg

Keunggulan cara, gaya, fakta, informasi dan metode berkomunikasi yang efisien dan efektif dalam mendapatkan apa yang kita inginkan dari lawan bicara kita adalah kunci yang utama.

WanHart Consulting akan membagikan dan mendiskusikan cara-cara, gaya-gaya, fakta-fakta, informasi yang relevan dan metode komunikasi untuk mendapatkan hasil negosiasi yang efisien dan efektif.

Cakupan pelatihan Advance Negotiation WanHart Consulting adalah:

  1. Mengenal diri sendiri (keterbatasan dan kelebihan)
  2. Mengenal lawan bicara anda (keterbatasan dan kelebihan)
  3. Membaca bahasa tubuh dan pesan tersembunyi lawan bicara anda
  4. Mengenal MATERI pembicaraan anda
  5. Meningkatkan nilai jual anda (increase your bargaining power). Mengurai, menyusun, menampilkan dan menyimpulkan informasi dan materi pembicaraan anda.
  6. Menghitung konsekuensi dan antisipasi dari keberhasilan dan kegagalan negosiasi anda
  7. Menggunakan Rational (data) dan Emosional (hati) secara seimbang

http://Consulting.WanHart.com

February 19, 2008

Dual Platforms is here to stay.

http://Consulting.WanHart.com

Just like nature, day and night, and so is the business will have it’s dual platform to compare and to contrast which one is better. Without the competition, progress will be halted.

Dual Platforms dilemma, disadvantages and advantages. On cunsumer electronics we have BetaMax vs. VHS, Blue Ray DVD vs. HD DVD, Microsoft Windows vs. Apple Mac OS , GSM vs. CDMA, McDonalds vs. Burger King, WiMax vs. LTE and so forth. Which one to choose? Which one is better?

dvd_blu-ray_logo.gif

vhs_betamax_logo.gif

post-7-1132270778.jpg

It does not matter which one is better, to sum it up, Al Ries in his book wrote: in the long run, every market becomes a two-horse race.

The Future of Media: Media Convergence

Masa depan Media: Konvergensi Media

Masa depan Media harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Portable.
    Perangkat keras (hardware) yang mudah dibawa-bawa kemana-mana. Kecil, ringan dan mudah digunakan. Konvergensi (gabungan) antara Computer, Telepon Genggam, Pemutar Musik, Radio dan Televisi. Waktu tulisan ini di posting, sudah ada beberapa telepon genggam yang menyediakan fitur televisi. Klik disini untuk search google untuk telepon genggam dengan fitur-fitur TV.Perangkat keras (hardware) yang akan dan harus menjadi front runner dalam konvergensi media ini. Dengan awal keseragaman dan konvergensi (gabungan) antara Computer, Telepon Genggam, Pemutar Musik, Radio dan Televisi, maka akan semakin banyak pengguna yang akan terbiasa, senang dan tergantung olehnya.

  2. Compatible.
    Type perangkat lunak (software) yang universal dan dapat dimainkan atau ditampilkan operating system dimana saja. Software sudah harus bisa digunakan dibeberapa platfroms, sebagai contoh: Mac OS dan Windows sekarang sudah dapat di pasang dan di operasikan di Intel Chipset.

  3. Accessible.
    Saluran distribusi media harus dapat di akses dimana saja dan kapan saja (wide area network) dan selalu tersambung (always-on). Accessibility ini akan mengarah kepada konvergensi bandwidth (pita-lebar) yang sebentar lagi akan terjadi dengan teknologi 4G, baik WiMax maupun dengan menggunakan teknologi LTE.Dengan adanya akses bandwidth (pita-lebar) yang besar, antara 10Mbps-100Mbps, kita bisa menonton acaraTV tanpa terputus-putus bahkan dengan kualitas DVD sekalipun.

  4. Interactivity.
    Di beberapa negara sudah beberapa tahun lalu memiliki televisi semi-interaktif, yang berarti kita bisa merekam siaran TV dengan menggunakan satu alat dan kemudahan rekaman siaran tersebut juga telah dipermudah oleh marka-marka siaran yang dipancarkan oleh stasiun TV.Dimasa depan (kira-kira tahun 2012) sebagian siaran TV dapat di putar kembali seperti memilih menu di situs untuk memilih program apa yang akan kita tonton atau rekam.

  5. Transactional Enabled.
    Dengan adanya interactivity, maka iklan yang ditampilkan juga dapat langsung dipesan/dibeli melalui secured credit card transactions.

    • Bayangkan jika minuman softdrinks, pizza dapat dipesan dan dibeli melalui menu yang ada di televisi pada saat pertandingan football ditayangkan.
    • Bantal bercorak Barbie atau Disney dapat dipesan dan dibeli dengan instan oleh anda dengan tombol yang disediakan pada remote control anda.
    • Video clip dan musik yang anda lihat di TV dan dengan di Radio dapat anda beli dan langsung dikirimkan kepada alat pemutar musik atau telepon genggam anda.
    • Dan masih banyak lagi…

February 11, 2008

Daya Pikat, Daya Tarik dan Daya Bius

Dan anda hanya mempunyai satu kesempatan!

Anda sedang berjalan-jalan di suatu sore, mata anda tertuju kepada wanita cantik di depan anda. Wajahnya yang ayu sudah mencuri hati anda. Anda mencoba melirik dia dengan ekor mata anda. Ah, dia juga melirik anda kembali. Hati anda berdebar-debar lebih kencang. Apa yang anda harus lakukan? Anda bertanya dengan kesal dalam hati.

TIba-tiba suara kencang dari dalam lubuk hati berteriak, “Sekarang atau terlambat!”. Lagi diikuti suara menggelegar dari dalam hati, “Rugi apa kamu dengan menyapa dia?”. Keberanian tiba-tiba datang dan anda mulai tersenyum bersahabat terhadap dia. Hati anda yang masih berdebar-debar di tenangkan dengan senyuman yang dilemparkan kembali oleh sang idaman.

Keberanian anda mulai timbul dan anda berjalan mendekati “dia”. Hati anda kembali berdebar kencang, kulitnya yang putih dan wanginya yang semerbak membuat anda tidak percaya bahwa dia akan membalas senyuman anda.

“Halo, nama saya Dewa”
“Nama saya Dewi”
“Saya sedang ingin membeli Cafe Latte, kamu mau?”
“Ya…”

Anda dengan dia berjalan kearah salah satu kedai kopi yang cukup mewah dan ramai. Setelah anda duduk dan dan berbincang-bincang 5 menit, hati anda berkata: inilah calon istri saya, putih, cantik dan pandai. Tetapi di menit ke-6, tiba-tiba anda merasakan anda mengatakan hal yang menyinggung dia. Senyumnya pun redup dan hati anda kembali berdebar-debar dan merasa bersalah dan kalah.

wanhart_pyramid.gif

Hal-hal seperti demikian diatas sering kita alami di perusahaan dengan kolega ataupun prospek bisnis, dimana sang lawan diibaratkan seperti si “dia”, sang Dewi dengan kulitnya yang putih menawan dan wangi yang semerbak. Satu gerakan atau kata-kata yang salah, kolega ataupun prospek bisnis anda lari.

Keadaan ataupun skenario ini tidaklah boleh terjadi jika anda sedang menjual/memprospek apalagi sedang mendekati transaksi bisnis yang hampir selesai. Satu gerakan yang salah tidak akan mengantar anda kedalam puncak keberhasilan.

Daya Pikat, Daya Tarik dan Daya Bius

Kami penggemar Smart-Phone, pada umumnya kami menggunakan Nokia Communicator, tetapi sering kami membeli lebih daripada satu merek untuk penggunaan pribadi.

Suatu hari, pada tahun 2005 istri saya tiba-tiba setengah berteriak, “Pak, ada Nokia Communicator baru, namanya Nokia 9500, bagus lho!”. Istri saya sangat terpikat (Daya Pikat ) oleh penampilan Nokia 9500. Belum cukup hanya mengagumi lewat gambar, karena keterpikatannya yang begitu atunsias, maka ke-esokan harinya dia berangkat (Daya Tarik) ke RoxyMas – Pusat Handphone untuk melihat langsung dimensi dan ergonomik daripada handphone tersebut. Setelah memegang-megang dan mencoba fitur-fiturnya maka dia-pun terbius ( Daya Bius) untuk membelinya dengan harga Rp9,5 juta rupiah pada saat itu.

Apakah ini yang anda inginkan baik secara pribadi, korporat maupun produk dan jasa? Apakah langkah konsumen anda terhenti di daya pikat sebelum sempat terbius? Apakah sang Dewa dapat memperbaiki kesalahannya dan membius hati sang Dewi? Ya, jika sang Dewa mengikuti Presentation Skill yang dilakukan oleh WanHart Consulting, kesalahan pendekatan akan dapat diminimalkan sehingga “damage control” masih dapat dilakukan.

Sang Dewi dan sang Dewa hidup bahagia pada akhirnya dan dikaruniai dengan dua anak.

2 Hal PENTING yang akan dan sudah mempengaruhi dunia

Ada 2 hal penting yang akan dan sudah mempengaruhi dunia. Seperti halnya penemuan lampu oleh Thomas Edison dan Telephone oleh Alexander Graham Bell dan produksi massal mobil oleh Hendry Ford yang mempengaruhi dunia. Maka pada saat ini ada 2 hal yang mempengaruhi dan membuat kita tergantung sekarang ini yaitu: komunikasi (internet, nirkabel dan mobile) dan bahan bakar (bensin dan energi alternatif).

Teknologi Komunikasi

  • Bandwidth atau yang dikenal sebagai teknologi pita lebar akan memudahkan broadcasting TV (media) dan koran online (online news) mencapai kita semua hanya dengan menggunakan telepon genggam. Peningkatan bandwidth sekarang akan konvergensi (terpadu) antara bandwidth internet dan komunikasi mobile. Pada tahun 2009 teknologi WiMax yang akan dikenal sebagai 4G (fourth generations) akan memiliki kecepatan hingga 25Mbps, lebih murah dari 3.5G dan lebih cepat yang berarti sosialisasi dan implementasi teknologi 4G ini akan mendapat tempat di pasar luas. Kita akan dengan mudah dapat mengakses TV dan menontonnya tanpa terputus-putus dan dengan kualitas HD (High Definition).
  • Konvergensi Perangkat Keras (HardWare Convergence)
    Perangkat keras akan berpadu, handphone akan dan sudah memiliki fitur fitur yang dimiliki oleh komputer (seperti HTC Tytn II, HTC Advantage X7501, Nokia E90, Nokia N95 dan Apple iPhone).Sebaliknya komputer pun sudah memiliki fitur2 dan ukuran yang dimiliki oleh handphone seperti FlyBook dan Sony Vaio (UX Series dan MyLo).
  • Konvergensi Virtual (maya)
    Dalam waktu beberapa tahun dekat ini, transaksi perbankan dan pembelian akan menggunakan cashless transaction dengan menggunakan ponsel atau komputer anda. Kartu kredit juga akan menjadi maya (virtual), anda berbelanja dengan menggunakan PIN (personal identification number).Paspor akan menggunakan bio-metric, KTP dan SIM akan di embed di perangkat keras anda (Handphone).

Teknologi Sumber Energi (Bahan Bakar)

Sampai saat ini masih dalam pengembangan sumber energi alternatif, diantaranya adalah SOLAR power, Bio Diesel, Palm Crude Oil based fuel dan lain lain. Teknologi sumber energi alternatif ini tidaklah semudah yang di perkirakan. Pengembangan teknologi sumber energi alternatif ini akan dan sudah mempunyai masalah kompatibilitas dan standarisasi. Semua pengembang teknologi energi alternatif menginginkan standarisasi dunia dan semua tidak mau mengalah.

Untuk saat ini dan akan membutuhkan waktu yang cukup lama, saya perkirakan sampai sumber energi kita hampir habis, yaitu sekitar 200 tahun lagi. Kita tetap akan mempergunakan bahan bakar minyak.

Karena hal inilah pengembangan sumber energi sekarang berkembang ke arah pengurangan (pengiritan) penggunaan bahan bakar minyak.

Dengan adanya teknologi internet (peningkatan bandwidth) dan transaksi online, maka penggunaan bahan bakar minyak sedikit bisa ditekan. Perjalanan dapat ditekan dengan video conference dan instant messaging.

Dimanakah posisi anda berdiri sekarang? Sudahkah Indonesia mengacu kearah pengembangan teknologi komunikasi dimana perjalanan (commute) dapat ditekan? Jika belum, ini saatnya untuk anda menghemat bahan bakar minyak anda.

Ref: http://www.WanHart.MyFFI.biz

November 30, 2007

Kreatifitas mencari “Global Business Ideas”

Pencarian di Google dan Yahoo! sangat membutuhkan kreatifitas dalam memasukan kata kunci kita. Jika dalam kehidupan sehari hari kita sudah cukup sibuk kemungkinan besar waktu kita dihabisakan untuk rutinitas pekerjaan kita.

Dimana kita bisa mencari ‘new business ideas’? Apakah kita memiliki banyak waktu senggang dalam mencari sesuatu yang belum kita ketahui? Tentunya akan sangat sukar.

Sekarang kita dapat mencari global business ideas lewat SpringWise. Anda akan tertegun dan terkesima, tetapi rutinitas pekerjaan anda akan menenggelamkan anda kembali. Oleh karena itu jangan lupa untuk subscribe ke RSS (Real Simple Syndication) SpringWise.

Jika anda suka dengan WanHart BLOG, maka anda pun dapat subsribe RSS (Real Simple Syndication) WanHart di https://wanhart.wordpress.com/feed/

Selamat menikmati, berkembang dan sukses.

Mempersiapkan diri untuk dunia usaha GLOBAL – Teknologi 4G, WiMax

If you’re early, you’re on-time, if you’re on-time, you’re late – announcement board at University of San Francisco.

Pada tahun 1995 dimana saya mulai bekerja di Silicon Valley (California, USA), email baru mulai memasyarakat di Amerika. Email mulai diperhitungkan sebagai alat komunikasi gratis yang cukup efektif, cepat dan sangat berguna dibanding dengan snail mail (pos darat).

Pada saat yang sama (1995) di Indonesia, koneksi internet masih sangat lambat dan jaringan broadband (pita lebar) masih sangat langka, sehingga kebiasaan menggunakan email masih sangat terbatas kepada perusahaan besar (corporate) penggunaannya. Ada yang terhilang pada saat saya kembali dan menetap di Jakarta (Jan 2002), yaitu kecepatan internet access (jaringan internet). Alat komunikasi portable (telepon genggam; handphone) saja masih belum ada yang memiliki layar berwarna. Nokia communicator masih juga memiliki layar monochrome.

Sekarang sudah mulai hadir broadband yang lumayan tapi masih cukup tertinggal dibanding negara tetangga kita. TelkomSpeedy masih unggul dengan kecepatan 384Kbps dan unlimited sudah mulai di pasarkan sejak beberapa tahun lalu, banyak perusahaan yang berlangganan TelkomSpeedy karena tidak adanya alternatif. Sekarang sudah mulai bermunculan perusahaan broadband seperti NetZap, FirstMedia dan lain lain yang menawarkan kecepatan tinggi hingga 3.5Mbps. tetapi sayangnya konektifitas masih belum stabil sehingga sering kali terputus putus. Tapi apa daya, masih sangat terbatas pilihannya dan terkadang kita tidak ada pilikhan lain karena sudah dengan susah payah merangkai jaringan komputer dengan menggunakan jasa mereka. Ditambah lagi, usaha harus terus berjalan dan tidak dapat terinterupsikan (the business must go on and cannot be interrupted).

Sampai saat tulisan ini di terbitkan (published) di WanHart BLOG, penyediaan broadband masih terbatas. Lalu bagaimanakah perusahaan di Indonesia dapat bersaing dengan negara tetangga yang memiliki kemudahan dan kecepatan broadband? Seberapa jauhkan kita tertinggal dan akan-kah kita selalu tertinggal? Alasan yang paling masuk akal adalah kita selalu meng-klaim bahwa tidak mudah untuk meng-implementasi-kan broadband di negara kepulauan yang luas dengan penduduk terpadat ke-5 di dunia.

Broadband (pita lebar), mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) dan speed (kecepatan) sudah menjadi bagian dari keperluan (requirements) dunia usaha global. Secara alternatif, 3 dari 5 keperluan (requirements) dunia usaha global yaitu mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) telah dapat digunakan secara leluasa di Indonesia. tetapi 2 dari 5 keperluan (requirements) yaitu broadband dan speed masih memerlukan peningkatan yang signifikan dalam hal penyediaan (distribusi) dan kecepatan konektifitas.

Dalam hal ini beberapa GSM (Global System for Mobile communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access) operator telah meluncurkan beberapa jasa konektifitas cepat atau pita lebar (broadband) dengan menggunakan 3.5G dengan kecepatan hingga 3Mbps dan EVDO (Evolution Data Optimized atau Evolution Data only) yang masih sedikit dan terbatas penggunaanya di Indonesia.

Belum rampung pendistribusian penggunaan teknologi 3G dan 3.5G sekarang sedang dikembangkan teknologi WiMax yang akan dikenal sebagai 4G (fourth generation) yang akan memberikan kecepatan konektifitas hingga 25Mbps yaitu 60x kecepatan 3G!

Teknologi 4G dengan menggunakan WiMax akan meningkatkan standar dunia usaha global. Bayangkan jika kita dapat nonton TV dan Video lewat telepon genggam (air streaming) tanpa terputus-putus. Transaksi keuangan seperti transfer dan pembayaran untuk pembelian barang maupun jasa dapat menggunakan telepon genggam. Ditengah-tengah kemacetan kota metropolitan Jakarta tentunya akan sangat membantu dan dapat meningkatkan produktifitas.

Seperti papan pengumuman di tempat tata usaha saya kuliah dulu (University of San Francisco) terdapat tulisan yang sangat berkesan; IF YOU’RE EARLY, YOU’RE ON-TIME, IF YOU’RE ON-TIME, YOU’RE LATE. Sudahkah anda mempersiapkan diri dan usaha anda untuk menyambut peningkatan produktifitas usaha anda? Jika belum, masih belum terlambat.

November 28, 2007

Mengapa banyak pelatihan (training) yang tidak efektif? Why some training did not work?

Filed under: Business,Consulting,Pelatihan — Admin @ 09:07
Tags: , , , ,

Teori lahir dari praktek dan praktek lahir dari teori.

Banyak pelatihan (training) yang tidak efektif karena dilakukan berdasarkan teori semata. Pelatih (trainer/instructor) yang kredibel akan membagi pengalaman mereka dalam bekerja dan kehidupan sehari hari-hari yang relevan dengan materi yang disampaikan. Karena banyaknya pengalaman dalam melakukan kegiatan (aktifitas) maka Pelatih (trainer/instructor) dapat meng-ilustrasikan pengalamannya berdasarkan apa yang ia alami.

Tanpa banyaknya contoh contoh yang relevan dengan dunia usaha ataupun kegiatan yang riil, maka pelatihan (training) akan menjadi tidak efektif; tidak membumi dan tidak berkesan.

Ditambah lagi dengan persoalan kultur budaya Indonesia yang ‘sopan’. Pada umumnya orang Indonesia tidak serta merta spontan dalam berkomentar di depan umum dalam merespon sesuatu. Kultur ini juga yang menjadi masalah dalam pelatihan; tidak adanya koreksi yang spontan dari peserta dapat membuat orang kehilangan arah (misleading).

Dalam program pelatihan (training), adalah tanggung jawab semua pihak untuk mengerti dan mengamati penyimpangan penyimpangan fakta maupun pendapat. Peserta yang aktif dan spontan dalam merespon semua yang diberikan seringkali di ‘cap’ sebagai orang yang ‘sok pintar’ atau ‘pengacau’ (trouble maker) di dalam kultur Indonesia. Padahal di kultur barat, sikap resposif yang spontan inilah yang menjadi kekuatan struktur social, dan orang orang yang spontan dan responsif dalam men-sikapi suatu hal menjadi pemimpin (leader) dalam lingkungannya.

Pelatihan yang efektif harus memicu spontanitas dan respon dari pada peserta, tapi bagaimana memicu kultur budaya ‘sopan’ yang terjadi pada sesi pelatihan (training session)?

Seorang pelatih (trainer/instructor) harus dapat membuat suasana santai, nyaman dan bersahabat. Suasana seperti inilah yang akan mengembangkan dan meningkatkan dinamika kelompok (group dynamic) dan menjadikan pelatihan (training) menjadi efektif dan berkesan.

Membangun Usaha Sendiri

Filed under: Business,Consulting — Admin @ 08:02
Tags: , , , , ,

Hampir semua orang ingin membangun usaha sendiri dengan iming-iming kebebasan waktu dan kebebasan finansial. Tetapi apakah yang anda butuhkan dalam membangun usaha sendiri? Sudahkan anda memikirkannya? Ego bukanlah yang utama, lalu apakah yang menjadi faktor utama dalam membangun usaha sendiri?

Ikuti 11 checklist untuk membangun usaha sendiri dan temukanlah jawabannya!

Produk/Jasa. Apakah anda telah memiliki produk atau jasa yang akan anda tawarkan? Sudahkah anda meneliti (research) mengenai keunggulan produk dan jasa anda? Jika belum, ini adalah PR (pekerjaan rumah) anda yang utama.

  1. Apa keunggulan produk atau jasa anda?
  2. Sudahkan orang lain (pesaing/competitor) melakukannya?
  3. Apakah ada pesaing (competitor) anda dalam bidang (produk/jasa) yang akan anda tawarkan?
  4. Jika sudah ada, apa yang anda lihat dari pesaing anda? Apakah ada kelemahan yang anda dapat tawarkan sebagai pembanding?

Finansial/Keuangan.Keuangan adalah tulang punggung dari pada usaha anda. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, usaha anda dapat gagal ditengah jalan sebelum mencapai kesuksesan. Apakah anda telah melakukan finansial forecasting (proyeksi keuangan) untuk cash flow anda?

  1. Berapakah fixed-cost (overhead) yang harus anda sediakan dalam membangun usaha anda dalam satu tahun?
  2. Apakah kebutuhan keuangan untuk rumah tangga anda sudah terpenuhi tanpa terganggu usaha anda?

Pemasaran. Pemasaran adalah tombak dari usaha anda setelah anda dapat mengatasi faktor PRODUK/JASA dan FINANSIAL/KEUANGAN. Rencanakan marketing/pemasaran anda dengan baik.

  1. Bagaimanakah cara anda menjangkau target market (pembeli/customer) anda?
  2. Buatlah perencanaan keuangan untuk pemasaran (marketing) yang baik untuk 12 bulan kedepan.
  3. Apakah anda mempunyai back-up plan (rencana kedua) jika rencana utama anda mengalami kegagalan?

Administrasi.Administrasi adalah hal yang penting dan menyangkut customer service (pelayanan pelanggan). Tanpa administrasi yang baik, anda akan mendapatkan kesalahan yang akan membuat usaha merugi. Administrasi yang buruk menghasilkan kinerja yang buruk pula dan akan menimbulkan customer service yang buruk pula. Customer service yang buruk akan mengakibatkan usaha anda ditinggalkan oleh pelanggan anda. Administrasi yang baik bukan berarti anda harus memiliki semuanya, tetapi anda dapat mendahulukan hal hal yang anda anggap terpenting. Bagaimana anda mengatur administrasi anda untuk meng-antisipasi usaha anda?

  1. Sudahkan anda mempersiapkan format pembukuan yang baik untuk meng-antisipasi kemajuan usaha anda?
  2. Sudahkan anda mempersiapkan logistik anda dengan rapi untuk meng-antisipasi kemajuan usaha anda?

Jika semua jawaban adalah YA, maka anda telah siap untuk melakukan dan membangun usaha sendiri. Ingat, jangan mudah menyerah!