WanHart Blog

February 19, 2008

Jangan Termakan Email Berantai

Jika saya menerima email berantai yang membuat anda merasa bersalah (guilty) untuk men-forward-kan email tersebut, saya ada beberapa check point sebelum saya melakukannya.

Check-point saya tersebut adalah:

  1. Apakah email tersebut menggunakan alasan ke-agama-an untuk membuat saya merasa berhutang atau bersalah dengan ancaman ancaman bahwa anda akan sial jika anda tidak melakukan penerusan email (email forward)?
    Jika ya, saya tidak akan melakukannya. Mengapa saya tidak akan melakukannya? Saya berpendapat email semacam ini menggunakan intimidasi psikologis ke-agama-an yang sangat merugikan dan bersifat jahat. Jika anda adalah pemeluk agama yang taat anda akan langsung merasa bersalah jika tidak meneruskannya (email forward) kepada teman teman anda. Apakah yang maha kuasa akan melakukan hal demikian (membuat anda terpaksa dengan tindakan mengancam) terhadap anda jika anda tidak meneruskannya kepada teman teman anda?
  2. Jika email berantai ini adalah untuk menolong seorang bayi yang sedang sekarat ataupun orang orang yang memerlukan uluran tangan, asal tidak ada unsur ancaman bahwa saya akan sial jika tidak melakukannya, maka saya akan melakukannya.
    Saya tidak akan tahu apakah email berantai ini benar benar terjadi dan valid? Saya tidak tahu secara pasti. Benar atau tidak benar saya tidak ada ruginya untuk meneruskan (email forward) kepada teman teman saya untuk alasan kemanusiaan. Dengan meneruskan email ini, saya juga menyebarkan awareness kemanusiaan kepada teman teman, bahwa masih banyak manusia yang menderita di dunia ini.

Konklusi (Conclusion).
Yang maha kuasa tidak akan mengancam umatnya untuk melakukan email berantai yang berisi blessing (berkat) dan curse (kutukan dan ancaman). Ini adalah tindakan oknum manusia yang ‘kurang kerjaan’. Jangan anda teruskan (email forward) kepada teman teman anda, kasihan mereka yang tidak mempunyai prinsip atau pengetahuan mengenai tekanan psikologis.

Selamat berselancar di Internet ria. Salam damai sejahtera.