WanHart Blog

February 23, 2008

Jargon. Membuat anda bangga?

Jargon. Makes you proud?

Tulisan ini pernah di published oleh saya dengan menggunakan initial nama I. Hartanto di BizResult.

Menurut Merriam-Webster Dictionary kata “Jargon” adalah:
Main Entry: 1jar·gon
Pronunciation: ‘jär-g&n, -“gän
Function: noun
Etymology: Middle English, from Anglo-French jargun, gargon
1 a : confused unintelligible language b : a strange, outlandish, or barbarous language or dialect c : a hybrid language or dialect simplified in vocabulary and grammar and used for communication between peoples of different speech
2 : the technical terminology or characteristic idiom of a special activity or group
3 : obscure and often pretentious language marked by circumlocutions and long words

Sering saya tertawa didalam hati jika dalam sebuah seminar seorang pembicara menggunakan jargon-jargon yang cukup banyak sehingga bukan saja membingungkan pemirsa, tetapi juga membingungkan pembicara itu sendiri.

Tetapi jika anda dapat dengan gamblang menggunakan “Daya Juang” atau “Endurance” sebagai ganti “Adversity Quotient”, mengapa anda merasa berat menanggalkannya? Karena mengatakan hal-hal yang tidak biasa diucapkan oleh banyak orang awam akan membuat anda unik, pintar dan bangga.

jargon.jpg

“Self Personal Mastery” adalah “penguasaan dan pengenalan diri”.
“Customer Behaviour” adalah “perilaku konsumen” (yang dalam nota bene hanya gambaran secara umum dan bukan spesifik). “Neuro Linguistic Porgramming” adalah “teknik mencoba menjadi tukang ramal yang ilmiah” (just kidding).

Saya cukup terkejut pada waktu membaca definisi kata Jargon menurut Merriam-Webster Dictionary; bahasa yang membingungkan dan tidak intelijen, gelap,tdk jelas, tersembunyi, kabur dan congkak.

Tidak semua penggunaan perbendaharaan kata baru (jargon) itu buruk selagi kita dapat menjelaskan artinya dengan jelas dan akurat. Dilema jargon dapat diatasi dengan mudah. Anda dapat mempelajari seni illustrasi (metaphor) dan artikulasi dalam seni “, “Adversity Quotient”, “Self Personal Mastery”, “Customer Behaviour”, “Neuro Linguistic Programming” dan “Cybernetics” adalah salah satu dari sekian banyak jargon-jargon yang sedang trend sampai saat ini. Apakah anda dapat menjelaskan kepada hadirin dengan singkat dan jelas, karena jika tidak, definisi absolut dari kata tersebut tidak mengakar dan akan mengakibatkan tafsir/pengertian yang cukup luas (broad scope).

gca0105l.jpg

Tetapi jika anda dapat dengan gamblang menggunakan “Daya Juang” atau “Endurance” sebagai ganti “Adversity Quotient”, mengapa anda merasa berat menanggalkannya? Karena mengatakan hal-hal yang tidak biasa diucapkan oleh banyak orang awam akan membuat anda unik, pintar dan bangga.

Tidak semua penggunaan perbendaharaan kata baru (jargon) itu buruk selagi kita dapat menjelaskan artinya dengan jelas dan akurat. Dilema jargon dapat diatasi dengan mudah. Anda dapat mempelajari seni illustrasi (metaphor) dan artikulasi dalam seni ketrampilan berpresentasi.

Ungkapkanlah pesan pesan anda yang terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Jika masih juga sulit untuk menghidari jargon, yang paling mudah adalah menjadi diri anda sendiri.

Advertisements

February 21, 2008

Hormat – Respect

Filed under: Communication,Komunikasi,Logika,Marketing,Social Science — Admin @ 05:24

“Yes sir”
“How are you sir?”
“Good morning sir”

Itu adalah kata kata yang saya ucapkan kepada para professor (pengajar) pada waktu saya kuliah di San Francisco, California. Suatu saat, salah satu professor saya sudah tidak tahan lagi dan dia minta saya berhenti untuk memanggil dia dengan atribut “Sir” (“Pak”).

Terjemahan:
“Hi Robert, tolong jangan panggil saya dengan “Pak” lagi, panggil saya Joel saja.”
“Maaf, sudah kebiasaan adat timur saya memanggil semua orang yang lebih tua atau uang saya hormati dengan atribut “Pak”.”
“Kenapa kamu harus panggil semua orang yang lebih tua dan kamu hormati dengan atribut “Pak” untuk mengormati mereka?”, sang professor bertanya.
“Kamu bisa menghormati saya dengan cara melakukan pekerjaan rumah (homework) dan test (quiz) dengan belajar yang baik, jika kamu memanggil saya dengan “Pak” dan kamu tidak melakukan pekerjaan rumah dan quiz dengan baik, kamu tidak menghormati saya.”

Terbukalah saya akan definis “hormat” sebagai seorang muda yang menuntut ilmu di negeri orang. Mulai sejak saat itu, saya mengerti apa arti “hormat” yang sesungguhnya.

February 19, 2008

Jangan Termakan Email Berantai

Jika saya menerima email berantai yang membuat anda merasa bersalah (guilty) untuk men-forward-kan email tersebut, saya ada beberapa check point sebelum saya melakukannya.

Check-point saya tersebut adalah:

  1. Apakah email tersebut menggunakan alasan ke-agama-an untuk membuat saya merasa berhutang atau bersalah dengan ancaman ancaman bahwa anda akan sial jika anda tidak melakukan penerusan email (email forward)?
    Jika ya, saya tidak akan melakukannya. Mengapa saya tidak akan melakukannya? Saya berpendapat email semacam ini menggunakan intimidasi psikologis ke-agama-an yang sangat merugikan dan bersifat jahat. Jika anda adalah pemeluk agama yang taat anda akan langsung merasa bersalah jika tidak meneruskannya (email forward) kepada teman teman anda. Apakah yang maha kuasa akan melakukan hal demikian (membuat anda terpaksa dengan tindakan mengancam) terhadap anda jika anda tidak meneruskannya kepada teman teman anda?
  2. Jika email berantai ini adalah untuk menolong seorang bayi yang sedang sekarat ataupun orang orang yang memerlukan uluran tangan, asal tidak ada unsur ancaman bahwa saya akan sial jika tidak melakukannya, maka saya akan melakukannya.
    Saya tidak akan tahu apakah email berantai ini benar benar terjadi dan valid? Saya tidak tahu secara pasti. Benar atau tidak benar saya tidak ada ruginya untuk meneruskan (email forward) kepada teman teman saya untuk alasan kemanusiaan. Dengan meneruskan email ini, saya juga menyebarkan awareness kemanusiaan kepada teman teman, bahwa masih banyak manusia yang menderita di dunia ini.

Konklusi (Conclusion).
Yang maha kuasa tidak akan mengancam umatnya untuk melakukan email berantai yang berisi blessing (berkat) dan curse (kutukan dan ancaman). Ini adalah tindakan oknum manusia yang ‘kurang kerjaan’. Jangan anda teruskan (email forward) kepada teman teman anda, kasihan mereka yang tidak mempunyai prinsip atau pengetahuan mengenai tekanan psikologis.

Selamat berselancar di Internet ria. Salam damai sejahtera.

February 11, 2008

2 Hal PENTING yang akan dan sudah mempengaruhi dunia

Ada 2 hal penting yang akan dan sudah mempengaruhi dunia. Seperti halnya penemuan lampu oleh Thomas Edison dan Telephone oleh Alexander Graham Bell dan produksi massal mobil oleh Hendry Ford yang mempengaruhi dunia. Maka pada saat ini ada 2 hal yang mempengaruhi dan membuat kita tergantung sekarang ini yaitu: komunikasi (internet, nirkabel dan mobile) dan bahan bakar (bensin dan energi alternatif).

Teknologi Komunikasi

  • Bandwidth atau yang dikenal sebagai teknologi pita lebar akan memudahkan broadcasting TV (media) dan koran online (online news) mencapai kita semua hanya dengan menggunakan telepon genggam. Peningkatan bandwidth sekarang akan konvergensi (terpadu) antara bandwidth internet dan komunikasi mobile. Pada tahun 2009 teknologi WiMax yang akan dikenal sebagai 4G (fourth generations) akan memiliki kecepatan hingga 25Mbps, lebih murah dari 3.5G dan lebih cepat yang berarti sosialisasi dan implementasi teknologi 4G ini akan mendapat tempat di pasar luas. Kita akan dengan mudah dapat mengakses TV dan menontonnya tanpa terputus-putus dan dengan kualitas HD (High Definition).
  • Konvergensi Perangkat Keras (HardWare Convergence)
    Perangkat keras akan berpadu, handphone akan dan sudah memiliki fitur fitur yang dimiliki oleh komputer (seperti HTC Tytn II, HTC Advantage X7501, Nokia E90, Nokia N95 dan Apple iPhone).Sebaliknya komputer pun sudah memiliki fitur2 dan ukuran yang dimiliki oleh handphone seperti FlyBook dan Sony Vaio (UX Series dan MyLo).
  • Konvergensi Virtual (maya)
    Dalam waktu beberapa tahun dekat ini, transaksi perbankan dan pembelian akan menggunakan cashless transaction dengan menggunakan ponsel atau komputer anda. Kartu kredit juga akan menjadi maya (virtual), anda berbelanja dengan menggunakan PIN (personal identification number).Paspor akan menggunakan bio-metric, KTP dan SIM akan di embed di perangkat keras anda (Handphone).

Teknologi Sumber Energi (Bahan Bakar)

Sampai saat ini masih dalam pengembangan sumber energi alternatif, diantaranya adalah SOLAR power, Bio Diesel, Palm Crude Oil based fuel dan lain lain. Teknologi sumber energi alternatif ini tidaklah semudah yang di perkirakan. Pengembangan teknologi sumber energi alternatif ini akan dan sudah mempunyai masalah kompatibilitas dan standarisasi. Semua pengembang teknologi energi alternatif menginginkan standarisasi dunia dan semua tidak mau mengalah.

Untuk saat ini dan akan membutuhkan waktu yang cukup lama, saya perkirakan sampai sumber energi kita hampir habis, yaitu sekitar 200 tahun lagi. Kita tetap akan mempergunakan bahan bakar minyak.

Karena hal inilah pengembangan sumber energi sekarang berkembang ke arah pengurangan (pengiritan) penggunaan bahan bakar minyak.

Dengan adanya teknologi internet (peningkatan bandwidth) dan transaksi online, maka penggunaan bahan bakar minyak sedikit bisa ditekan. Perjalanan dapat ditekan dengan video conference dan instant messaging.

Dimanakah posisi anda berdiri sekarang? Sudahkah Indonesia mengacu kearah pengembangan teknologi komunikasi dimana perjalanan (commute) dapat ditekan? Jika belum, ini saatnya untuk anda menghemat bahan bakar minyak anda.

Ref: http://www.WanHart.MyFFI.biz

November 30, 2007

Mempersiapkan diri untuk dunia usaha GLOBAL – Teknologi 4G, WiMax

If you’re early, you’re on-time, if you’re on-time, you’re late – announcement board at University of San Francisco.

Pada tahun 1995 dimana saya mulai bekerja di Silicon Valley (California, USA), email baru mulai memasyarakat di Amerika. Email mulai diperhitungkan sebagai alat komunikasi gratis yang cukup efektif, cepat dan sangat berguna dibanding dengan snail mail (pos darat).

Pada saat yang sama (1995) di Indonesia, koneksi internet masih sangat lambat dan jaringan broadband (pita lebar) masih sangat langka, sehingga kebiasaan menggunakan email masih sangat terbatas kepada perusahaan besar (corporate) penggunaannya. Ada yang terhilang pada saat saya kembali dan menetap di Jakarta (Jan 2002), yaitu kecepatan internet access (jaringan internet). Alat komunikasi portable (telepon genggam; handphone) saja masih belum ada yang memiliki layar berwarna. Nokia communicator masih juga memiliki layar monochrome.

Sekarang sudah mulai hadir broadband yang lumayan tapi masih cukup tertinggal dibanding negara tetangga kita. TelkomSpeedy masih unggul dengan kecepatan 384Kbps dan unlimited sudah mulai di pasarkan sejak beberapa tahun lalu, banyak perusahaan yang berlangganan TelkomSpeedy karena tidak adanya alternatif. Sekarang sudah mulai bermunculan perusahaan broadband seperti NetZap, FirstMedia dan lain lain yang menawarkan kecepatan tinggi hingga 3.5Mbps. tetapi sayangnya konektifitas masih belum stabil sehingga sering kali terputus putus. Tapi apa daya, masih sangat terbatas pilihannya dan terkadang kita tidak ada pilikhan lain karena sudah dengan susah payah merangkai jaringan komputer dengan menggunakan jasa mereka. Ditambah lagi, usaha harus terus berjalan dan tidak dapat terinterupsikan (the business must go on and cannot be interrupted).

Sampai saat tulisan ini di terbitkan (published) di WanHart BLOG, penyediaan broadband masih terbatas. Lalu bagaimanakah perusahaan di Indonesia dapat bersaing dengan negara tetangga yang memiliki kemudahan dan kecepatan broadband? Seberapa jauhkan kita tertinggal dan akan-kah kita selalu tertinggal? Alasan yang paling masuk akal adalah kita selalu meng-klaim bahwa tidak mudah untuk meng-implementasi-kan broadband di negara kepulauan yang luas dengan penduduk terpadat ke-5 di dunia.

Broadband (pita lebar), mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) dan speed (kecepatan) sudah menjadi bagian dari keperluan (requirements) dunia usaha global. Secara alternatif, 3 dari 5 keperluan (requirements) dunia usaha global yaitu mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) telah dapat digunakan secara leluasa di Indonesia. tetapi 2 dari 5 keperluan (requirements) yaitu broadband dan speed masih memerlukan peningkatan yang signifikan dalam hal penyediaan (distribusi) dan kecepatan konektifitas.

Dalam hal ini beberapa GSM (Global System for Mobile communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access) operator telah meluncurkan beberapa jasa konektifitas cepat atau pita lebar (broadband) dengan menggunakan 3.5G dengan kecepatan hingga 3Mbps dan EVDO (Evolution Data Optimized atau Evolution Data only) yang masih sedikit dan terbatas penggunaanya di Indonesia.

Belum rampung pendistribusian penggunaan teknologi 3G dan 3.5G sekarang sedang dikembangkan teknologi WiMax yang akan dikenal sebagai 4G (fourth generation) yang akan memberikan kecepatan konektifitas hingga 25Mbps yaitu 60x kecepatan 3G!

Teknologi 4G dengan menggunakan WiMax akan meningkatkan standar dunia usaha global. Bayangkan jika kita dapat nonton TV dan Video lewat telepon genggam (air streaming) tanpa terputus-putus. Transaksi keuangan seperti transfer dan pembayaran untuk pembelian barang maupun jasa dapat menggunakan telepon genggam. Ditengah-tengah kemacetan kota metropolitan Jakarta tentunya akan sangat membantu dan dapat meningkatkan produktifitas.

Seperti papan pengumuman di tempat tata usaha saya kuliah dulu (University of San Francisco) terdapat tulisan yang sangat berkesan; IF YOU’RE EARLY, YOU’RE ON-TIME, IF YOU’RE ON-TIME, YOU’RE LATE. Sudahkah anda mempersiapkan diri dan usaha anda untuk menyambut peningkatan produktifitas usaha anda? Jika belum, masih belum terlambat.