WanHart Blog

March 12, 2008

Akhirnya terasa juga. GSM operator memukul balik.

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, CDMA operator di Indonesia baru tumbuh setelah GSM operator beroperasi dan menguasai pasar (momentum advantage).

Akhirnya serangan promosi yang bertubi tubi ke pasar oleh operator CDMA seperti Esia, Flexi dan StarOne dirasakan juga oleh operator GSM. Lihat saja iklan iklan dengan Rp0,1/dtk, Rp0,0001/dtk, Rp1/menit dan lain lain.

Advertisements

Legacy Number. Nomor Handphone Turunan.

Beberapa tahun lalu, operator cellular baru yang berbasis CDMA seperti Esia, Flexi, Mobile 8 dan StarOne rame-rame meluncurkan jasa mereka. kira-kira 3 tahun sudah dan mereka masih belum dapat meraih pengguna pelanggan cellular berbasis GSM. Jurus-jurus baru dengan berbagai tawaran telpon murah hingga Rp49/menit pun diluncurkan oleh operator berbasis CDMA.

Apa yang membuat sulit operator berbasis CDMA untuk merambah dan membuat pelanggan cellular berbasis GSM untuk beralih ke CDMA?

  1. Roaming Factor
    Nomor cellular berbasis GSM dapat dengan mudah roaming (menjelajah) di hampir semua belahan dunia. Jika kita berpergian keluar kota atau keluar negeri, kita tidak perlu mengaktifkan atau mem-forward nomor kita dengan nomor baru (trouble free).
  2. Legacy Number Factor
    Momentum. Sudah banyak orang menggunakan cellular berbasis GSM dan sudah banyak orang yang mengenal kita dengan nomor GSM dan sudah identik seperti alamat kantor dan rumah kita yang cukup permanen. Untuk pelanggan yang ingin menghemat, kita dapat membeli atau berlangganan cellular berbasis CDMA, tetapi nomor ini sulit untuk menjadi nomor primer, karena nomor GSM kita telah banyak dikenal orang.
  3. Hardware Advancement Factor
    Perangkat lunak (software) dan jasa dari operator GSM atau CDMA yang baik akan sangat tergantung oleh dukungan perangkat keras (hardware) dari pada pemimpin (front runner) pembuat perangkat keras seperti Nokia, Sony Ericsson, Motorola dan Samsung. Saat ini pasar cellular masih di dominasi oleh Nokia dan Sony Ericsson yang notabene pro-GSM.

Siapa yang bakalan menang? Penentunya adalah pasar sendiri.

gsmcoverage2.jpg

February 22, 2008

My Dream Mobile Phone

These are some features that most of mobile manufacturers have not think of or they may have think about it.

  • Auto Select (Rule Generator).
    Sure some of the mobile device already have some of this dual mode (GSM and CDMA) that can accommodate more then one mobile number in one device.
    Many of mobile operators offer “special offers”, mostly they offered discounted talk-time or sms (text) based on their marketing strategies. I wish we can set a rule on our mobile phone for some numbers, so that when we call the particular number, the phone can call based on assigned operator (GSM or CDMA) to save cost by taking advantage of the particular mobile operator special offers.
  • Built-in BlackBerry Connect or Push Mail
  • FM Radio
  • TV Tuner
  • 8 Mega Pixels Camera
  • 30GB built-in storage
  • Micro SD expansion memory
  • Fast processor (yes, this is very important)
  • Office applications (Microsoft compatible)
  • Quad Band, UMTS and 4G
  • Speech text recognition for faster SMS (text) typing
  • Voice enabled dial
  • World GPS enabled
  • Video Players (DVD, MP4 and many more)
  • Music Players
  • NO Windows Mobile
  • Symbian or Palm OS
  • WiFi a/b/g/n
  • BlueTooth
  • T9 Predictive text
  • 16.7 million colors
  • Phone battery that can last 7 days talk-time
  • Support ANY security modules for secure financial transaction
  • More then one mobile phone fields per person in contacts

February 19, 2008

Dual Platforms is here to stay.

http://Consulting.WanHart.com

Just like nature, day and night, and so is the business will have it’s dual platform to compare and to contrast which one is better. Without the competition, progress will be halted.

Dual Platforms dilemma, disadvantages and advantages. On cunsumer electronics we have BetaMax vs. VHS, Blue Ray DVD vs. HD DVD, Microsoft Windows vs. Apple Mac OS , GSM vs. CDMA, McDonalds vs. Burger King, WiMax vs. LTE and so forth. Which one to choose? Which one is better?

dvd_blu-ray_logo.gif

vhs_betamax_logo.gif

post-7-1132270778.jpg

It does not matter which one is better, to sum it up, Al Ries in his book wrote: in the long run, every market becomes a two-horse race.

The Future of Media: Media Convergence

Masa depan Media: Konvergensi Media

Masa depan Media harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Portable.
    Perangkat keras (hardware) yang mudah dibawa-bawa kemana-mana. Kecil, ringan dan mudah digunakan. Konvergensi (gabungan) antara Computer, Telepon Genggam, Pemutar Musik, Radio dan Televisi. Waktu tulisan ini di posting, sudah ada beberapa telepon genggam yang menyediakan fitur televisi. Klik disini untuk search google untuk telepon genggam dengan fitur-fitur TV.Perangkat keras (hardware) yang akan dan harus menjadi front runner dalam konvergensi media ini. Dengan awal keseragaman dan konvergensi (gabungan) antara Computer, Telepon Genggam, Pemutar Musik, Radio dan Televisi, maka akan semakin banyak pengguna yang akan terbiasa, senang dan tergantung olehnya.

  2. Compatible.
    Type perangkat lunak (software) yang universal dan dapat dimainkan atau ditampilkan operating system dimana saja. Software sudah harus bisa digunakan dibeberapa platfroms, sebagai contoh: Mac OS dan Windows sekarang sudah dapat di pasang dan di operasikan di Intel Chipset.

  3. Accessible.
    Saluran distribusi media harus dapat di akses dimana saja dan kapan saja (wide area network) dan selalu tersambung (always-on). Accessibility ini akan mengarah kepada konvergensi bandwidth (pita-lebar) yang sebentar lagi akan terjadi dengan teknologi 4G, baik WiMax maupun dengan menggunakan teknologi LTE.Dengan adanya akses bandwidth (pita-lebar) yang besar, antara 10Mbps-100Mbps, kita bisa menonton acaraTV tanpa terputus-putus bahkan dengan kualitas DVD sekalipun.

  4. Interactivity.
    Di beberapa negara sudah beberapa tahun lalu memiliki televisi semi-interaktif, yang berarti kita bisa merekam siaran TV dengan menggunakan satu alat dan kemudahan rekaman siaran tersebut juga telah dipermudah oleh marka-marka siaran yang dipancarkan oleh stasiun TV.Dimasa depan (kira-kira tahun 2012) sebagian siaran TV dapat di putar kembali seperti memilih menu di situs untuk memilih program apa yang akan kita tonton atau rekam.

  5. Transactional Enabled.
    Dengan adanya interactivity, maka iklan yang ditampilkan juga dapat langsung dipesan/dibeli melalui secured credit card transactions.

    • Bayangkan jika minuman softdrinks, pizza dapat dipesan dan dibeli melalui menu yang ada di televisi pada saat pertandingan football ditayangkan.
    • Bantal bercorak Barbie atau Disney dapat dipesan dan dibeli dengan instan oleh anda dengan tombol yang disediakan pada remote control anda.
    • Video clip dan musik yang anda lihat di TV dan dengan di Radio dapat anda beli dan langsung dikirimkan kepada alat pemutar musik atau telepon genggam anda.
    • Dan masih banyak lagi…

November 30, 2007

Mempersiapkan diri untuk dunia usaha GLOBAL – Teknologi 4G, WiMax

If you’re early, you’re on-time, if you’re on-time, you’re late – announcement board at University of San Francisco.

Pada tahun 1995 dimana saya mulai bekerja di Silicon Valley (California, USA), email baru mulai memasyarakat di Amerika. Email mulai diperhitungkan sebagai alat komunikasi gratis yang cukup efektif, cepat dan sangat berguna dibanding dengan snail mail (pos darat).

Pada saat yang sama (1995) di Indonesia, koneksi internet masih sangat lambat dan jaringan broadband (pita lebar) masih sangat langka, sehingga kebiasaan menggunakan email masih sangat terbatas kepada perusahaan besar (corporate) penggunaannya. Ada yang terhilang pada saat saya kembali dan menetap di Jakarta (Jan 2002), yaitu kecepatan internet access (jaringan internet). Alat komunikasi portable (telepon genggam; handphone) saja masih belum ada yang memiliki layar berwarna. Nokia communicator masih juga memiliki layar monochrome.

Sekarang sudah mulai hadir broadband yang lumayan tapi masih cukup tertinggal dibanding negara tetangga kita. TelkomSpeedy masih unggul dengan kecepatan 384Kbps dan unlimited sudah mulai di pasarkan sejak beberapa tahun lalu, banyak perusahaan yang berlangganan TelkomSpeedy karena tidak adanya alternatif. Sekarang sudah mulai bermunculan perusahaan broadband seperti NetZap, FirstMedia dan lain lain yang menawarkan kecepatan tinggi hingga 3.5Mbps. tetapi sayangnya konektifitas masih belum stabil sehingga sering kali terputus putus. Tapi apa daya, masih sangat terbatas pilihannya dan terkadang kita tidak ada pilikhan lain karena sudah dengan susah payah merangkai jaringan komputer dengan menggunakan jasa mereka. Ditambah lagi, usaha harus terus berjalan dan tidak dapat terinterupsikan (the business must go on and cannot be interrupted).

Sampai saat tulisan ini di terbitkan (published) di WanHart BLOG, penyediaan broadband masih terbatas. Lalu bagaimanakah perusahaan di Indonesia dapat bersaing dengan negara tetangga yang memiliki kemudahan dan kecepatan broadband? Seberapa jauhkan kita tertinggal dan akan-kah kita selalu tertinggal? Alasan yang paling masuk akal adalah kita selalu meng-klaim bahwa tidak mudah untuk meng-implementasi-kan broadband di negara kepulauan yang luas dengan penduduk terpadat ke-5 di dunia.

Broadband (pita lebar), mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) dan speed (kecepatan) sudah menjadi bagian dari keperluan (requirements) dunia usaha global. Secara alternatif, 3 dari 5 keperluan (requirements) dunia usaha global yaitu mobilitas (mobility), portability, accessibility (akses) telah dapat digunakan secara leluasa di Indonesia. tetapi 2 dari 5 keperluan (requirements) yaitu broadband dan speed masih memerlukan peningkatan yang signifikan dalam hal penyediaan (distribusi) dan kecepatan konektifitas.

Dalam hal ini beberapa GSM (Global System for Mobile communications) dan CDMA (Code Division Multiple Access) operator telah meluncurkan beberapa jasa konektifitas cepat atau pita lebar (broadband) dengan menggunakan 3.5G dengan kecepatan hingga 3Mbps dan EVDO (Evolution Data Optimized atau Evolution Data only) yang masih sedikit dan terbatas penggunaanya di Indonesia.

Belum rampung pendistribusian penggunaan teknologi 3G dan 3.5G sekarang sedang dikembangkan teknologi WiMax yang akan dikenal sebagai 4G (fourth generation) yang akan memberikan kecepatan konektifitas hingga 25Mbps yaitu 60x kecepatan 3G!

Teknologi 4G dengan menggunakan WiMax akan meningkatkan standar dunia usaha global. Bayangkan jika kita dapat nonton TV dan Video lewat telepon genggam (air streaming) tanpa terputus-putus. Transaksi keuangan seperti transfer dan pembayaran untuk pembelian barang maupun jasa dapat menggunakan telepon genggam. Ditengah-tengah kemacetan kota metropolitan Jakarta tentunya akan sangat membantu dan dapat meningkatkan produktifitas.

Seperti papan pengumuman di tempat tata usaha saya kuliah dulu (University of San Francisco) terdapat tulisan yang sangat berkesan; IF YOU’RE EARLY, YOU’RE ON-TIME, IF YOU’RE ON-TIME, YOU’RE LATE. Sudahkah anda mempersiapkan diri dan usaha anda untuk menyambut peningkatan produktifitas usaha anda? Jika belum, masih belum terlambat.